ANALISIS HIDROLOGI

 

BAB IV

ANALISIS HIDROLOGI

 

4.1.      Uraian Umum

Dalam melaksanakan suatu pembangunan bangunan air seperti bendung sangat diperlukan untuk melakukan analisis hidrologi. Bangunan air yang dibuat harus mampu untuk melewatkan debit banjir maksimum yang akan terjadi. Apabila bangunan itu tidak mampu menahan debit banjir maksimum yang akan lewat dikhawatirkan terjadi bencana yang tidak diharapkan. Analisis hidrologi harus dilakukan untuk memperhitungkan debit banjir maksimum yang akan lewat agar bangunan air yang direncanakan dapat menampung atau menahan debit banjir maksimum sesuai dengan periode ulang yang sudah ditentukan.

4.2.      Analisis Curah Hujan Rata-Rata Daerah Aliran Sungai

Data curah hujan dan debit merupakan data yang sangat penting dalam perencanaan pembuatan bendung. Analisis data yang dilakukan dimaksudkan untuk mendapatkan besaran curah hujan dan analisis statistik yang diperhitungkan dalam perhitungan debit banjir rencana. Data curah hujan yang dipakai untuk perhitungan debit banjir adalah curah hujan yang terjadi pada daerah aliran pada waktu yang sama. Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan  harian rata-rata maksimum di seluruh daerah yang bersangkutan, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu.

4.2.1.   Data Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan

Curah hujan harian maksimum yang dimaksud adalah jumlah hujan yang paling besar yang pernah terjadi dalam satu hari. Pada perencanaan bendung dalam Tugas Akhir digunakan data curah hujan yang terjadi pada DAS Xxxxxx selama 13 tahun. Berikut adalah data curah  hujan harian maksimum yang terjadi pada DAS Xxxxxx dapat dilihat pada tabel 4.1.

 Tabel 4.1 Curah Hujan Harian Maksimum Rata-rata DAS Xxxxxx.

Tahun

Tanggal

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

mm

mm

mm

1997

13-Jan-97

64

42

0

30-Jan-97

0

323

0

12-Feb-97

51

0

114

1998

10-Feb-98

140

0

31

28-Dec-98

0

63

14

28-Jan-98

0

0

36

1999

20-Jan-99

180

16

17

6-Feb-99

25

117

102

6-Feb-99

25

117

102

2000

18-Dec-00

94

26

26

3-Feb-00

40

126

25

7-Feb-00

12

0

205

2001

25-Jun-01

85

0

4

12-Feb-01

0

112

114

12-Feb-01

0

112

114

2002

25-Dec-02

65

42

49

28-Dec-02

0

63

40

6-Feb-02

0

0

80

2003

5-Feb-03

87

98

53

20-Feb-03

0

106

90

7-Feb-03

0

101

111

2004

1-Dec-04

95

9

1

4-Feb-04

7

126

97

4-Apr-04

0

32

101

2005

23-Feb-05

112

0

0

8-Mar-05

53

133

133

8-Apr-05

0

11

133

2006

28-Jan-06

125

179

149

28-Jan-06

125

179

149

29-Jan-06

40

114

171

2007

8-Apr-07

118

12

10

9-Apr-07

21

521

21

8-Mar-07

71

173

184

2008

30-Jan-08

211

117

114

2-Jan-08

193

289

290

2-Jan-08

193

289

290

2009

30-Jan-09

211

117

114

2-Jan-09

193

289

290

2-Jan-09

193

289

290

4.2.2.   Uji Konsistensi Data Curah Hujan Harian Maksimum.

Untuk menguji konsistensi data curah hujan, pendekatan yang digunakan dengan Analisis Massa Ganda (Double Mass Curve Analysis), yaitu menguji konsistensi hasil pengukuran pada suatu stasiun hujan dan membandingkan akumulasi dari hujan yang bersamaan untuk suatu kumpulan stasiun yang mengelilinginya.

1.       Pengujian Data Curah Hujan di Stasiun 1

Tabel 4.2 Pengujian data curah hujan di Sta. 1 terhadap Sta. 2 dan Sta. 3.

Tahun

Data Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Rata-rata Sta. Index

Kumulatif (mm)

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

(M&T)

Sta. 1

Sta. Index

2009

211

289

290

290

211

290

2008

211

289

290

290

422

580

2007

118

521

184

353

540

932

2006

125

179

171

175

665

1107

2005

112

133

133

133

777

1240

2004

95

126

101

114

872

1354

2003

87

106

111

109

959

1462

2002

65

63

80

72

1024

1534

2001

85

112

114

113

1109

1647

2000

94

126

205

166

1203

1812

1999

180

117

102

110

1383

1922

1998

140

63

36

50

1523

1971

1997

64

323

114

219

1587

2190

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.1 Data Curah Hujan di Sta. 1 yang tidak konsisten.

Contoh perhitungan :

 FK1 = A/B = 1,20/1,95 = 0,615

Nilai FK1 kemudian dikalikan dengan Sta. 1 yang menyimpang antara tahun 2007-2009.

Tabel 4.3 Data curah hujan di Sta. 1 terhadap Sta. 2 dan Sta. 3 setelah dikoreksi.

Tahun

Data Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Rata-rata Sta. Index

Kumulatif (mm)

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

(M&T)

Sta. 1

Sta. Index

2009

343

289

290

290

343

290

2008

343

289

290

290

686

579

2007

192

521

184

353

877

932

2006

125

179

171

175

1002

1107

2005

112

133

133

133

1114

1240

2004

95

126

101

114

1209

1353

2003

87

106

111

109

1296

1462

2002

65

63

80

72

1361

1533

2001

85

112

114

113

1446

1646

2000

94

126

205

166

1540

1812

1999

180

117

102

110

1720

1921

1998

140

63

36

50

1860

1971

1997

64

323

114

219

1924

2189

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.2 Data Curah Hujan di Sta. 1 yang konsisten.

2.       Pengujian Data Curah Hujan di Stasiun 2.

Tabel 4.4 Pengujian data curah hujan di Sta. 2 terhadap Sta. 1 dan Sta. 3.

Tahun

Data Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Rata-rata Sta. Index

Kumulatif (mm)

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

(P&T)

Sta. 2

Sta. Index

2009

211

289

290

251

289

251

2008

211

289

290

251

578

501

2007

118

521

184

151

1099

652

2006

125

179

171

148

1278

800

2005

112

133

133

123

1411

923

2004

95

126

101

98

1537

1021

2003

87

106

111

99

1643

1120

2002

65

63

80

73

1706

1192

2001

85

112

114

100

1818

1292

2000

94

126

205

150

1944

1441

1999

180

117

102

141

2061

1582

1998

140

63

36

88

2124

1670

1997

64

323

114

89

2447

1759

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.3 Data Curah Hujan di Sta. 2 yang tidak konsisten.

 Contoh perhitungan :

FK1 = A/B = 0,82/0,49 = 1,67

Nilai FK1 kemudian dikalikan dengan Sta. 2 yang menyimpang antara tahun 2007-2009.

Tabel 4.5 Data curah hujan di Sta. 2 terhadap Sta. 1 dan Sta. 3 setelah dikoreksi.

Tahun

Data Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Rata-rata Sta. Index

Kumulatif (mm)

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

(P&T)

Sta. 2

Sta. Index

2009

211

174

290

251

174

251

2008

211

174

290

251

349

501

2007

118

314

184

151

663

652

2006

125

179

171

148

842

800

2005

112

133

133

123

975

923

2004

95

126

101

98

1101

1021

2003

87

106

111

99

1207

1120

2002

65

63

80

73

1270

1192

2001

85

112

114

100

1382

1292

2000

94

126

205

150

1508

1441

1999

180

117

102

141

1625

1582

1998

140

63

36

88

1688

1670

1997

64

323

114

89

2011

1759

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.4 Data Curah Hujan di Sta. 2 yang konsisten.

 

3.       Pengujian Data Curah Hujan di Stasiun 3.

Tabel 4.6 Pengujian data curah hujan di Sta. 3 terhadap Sta. 1 dan Sta. 2.

Tahun

Data Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Rata-rata Sta. Index

Kumulatif (mm)

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

(P&M)

Sta. 3

Sta. Index

2009

211

289

290

250

290

250

2008

211

289

290

250

580

500

2007

118

521

184

320

764

820

2006

125

179

171

152

935

972

2005

112

133

133

123

1068

1094

2004

95

126

101

111

1169

1205

2003

87

106

111

97

1280

1301

2002

65

63

80

64

1360

1365

2001

85

112

114

99

1474

1464

2000

94

126

205

110

1679

1574

1999

180

117

102

149

1781

1722

1998

140

63

36

102

1817

1824

1997

64

323

114

194

1931

2017

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.5 Data Curah Hujan di Sta. 3 yang tidak konsisten.

Contoh perhitungan :

FK1 = A/B = 1,02/1,20 = 0,85

Nilai FK1 kemudian dikalikan dengan Sta. 3 yang menyimpang antara tahun 2007-2009.

Tabel 4.7 Data curah hujan di Sta. 3 terhadap Sta. 1 dan Sta.  2 setelah dikoreksi.

Tahun

Data Curah Hujan Harian Maksimum (mm)

Rata-rata Sta. Index

Kumulatif (mm)

Sta. 1

Sta. 2

Sta. 3

(P&M)

Sta. 3

Sta. Index

2009

211

289

340

250

340

250

2008

211

289

340

250

679

500

2007

118

521

215

320

895

820

2006

125

179

171

152

1066

972

2005

112

133

133

123

1199

1094

2004

95

126

101

111

1300

1205

2003

87

106

111

97

1411

1301

2002

65

63

80

64

1491

1365

2001

85

112

114

99

1605

1464

2000

94

126

205

110

1810

1574

1999

180

117

102

149

1912

1722

1998

140

63

36

102

1948

1824

1997

64

323

114

194

2062

2017

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.6 Data Curah Hujan di Sta. 3 yang konsisten.

 

4.2.3.   Analisis Curah Hujan Dengan Metode Thiessen

Masing-masing stasiun penakar hujan memiliki daerah pengaruh tersendiri terhadap suatu DAS. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode polygon Thiessen.

Metode polygon Thiessen memperhitungkan bobot dari masing-masing stasiun yang mewakili luasan disekitarnya. Metode Thiessen digunakan apabila penyebaran stasiun hujan di daerah yang ditinjau tidak merata. Hitungan curah hujan rerata dilakukan dengan memperhitungkan daerah pengaruh dari tiap stasiun.

Terdapat 4 stasiun hujan yang terletak di DAS Xxxxxx, akan tetapi berdasarkan polygon Thiessen seperti pada gambar 4.7 ada 1 stasiun hujan yang jauh letaknya sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap DAS Xxxxxx. Pada Ggambar 4.7 juga menunjukkan sudut yang dihasilkan dari polygon Thiessen tersebut merupakan sudut tumpul sedangkan untuk polygon Thiesen sebaiknya merupakan sudut lancip. Oleh karena itu metode polygon Thiesen dianggap kurang pas sehingga dipilih menggunakan metode rata-rata Aljabar.

 

4.2.4.   Analisis Curah Hujan Dengan Metode Rata-rata Aljabar

Metode rata-rata Aljabar dihitung dengan mengambil nilai rata-rata pengukuran curah hujan di stasiun hujan yang ada di stasiun hujan di dalam area yang ditinjau.

Dalam DAS Xxxxxx terdapat 3 stasiun hujan yang berpengaruh yaitu Sta 3, Sta 2 dan Sta Pagerruyung. Perhitungan curah hujan harian rata-rata maksimum dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti di bawah ini :

di mana :

                        = Curah hujan rata-rata DAS (mm).

R +R +Rn       = Curah hujan pada setiap stasiun hujan (mm).

n                      = Banyaknya stasiun hujan.

 

Contoh perhitungan untuk tahun 1997 :

1.          13 Januari 1997

R1 = 64 mm; R2 = 42 mm; R3 = 0 mm

2.          30 Januari 1997

R1 = 0 mm ; R2 = 323 mm; R3 = 0 mm

3.          12 Februari 1997

R1 = 51 mm; R2 = 0 mm; R3 = 114 mm

.

Curah hujan harian maksimum pada tahun 1997 dengan menggunakan metode rata-rata Aljabar didapatkan sebesar 107,667 mm. Perhitungan selengkapnya disajikan pada tabel 4.8.

Tabel 4.8 Tabel Hasil Perhitungan Curah Hujan Rata-rata dengan Metode Rata-rata Aljabar.

Tahun

Tanggal

Sta. Pagerruyung

Sta. 2

Sta. 3

Rmax

(mm)

(mm)

(mm)

(mm)

1997

13-Jan-97

64

42

0

35.33

30-Jan-97

0

323

0

107.67

12-Feb-97

51

0

114

55.00

1998

10-Feb-98

140

0

31

57.00

28-Dec-98

0

63

14

25.67

28-Jan-98

0

0

36

12.00

1999

20-Jan-99

180

16

17

71.00

6-Feb-99

25

117

102

81.33

6-Feb-99

25

117

102

81.33

2000

18-Dec-00

94

26

26

48.67

3-Feb-00

40

126

25

63.67

7-Feb-00

12

0

205

72.33

2001

25-Jun-01

85

0

4

29.67

12-Feb-01

0

112

114

75.33

12-Feb-01

0

112

114

75.33

2002

25-Dec-02

65

42

49

52.00

28-Dec-02

0

63

40

34.33

6-Feb-02

0

0

80

26.67

2003

5-Feb-03

87

98

53

79.33

20-Feb-03

0

106

90

65.33

7-Feb-03

0

101

111

70.67

2004

1-Dec-04

95

9

1

35.00

4-Feb-04

7

126

97

76.67

4-Apr-04

0

32

101

44.33

2005

23-Feb-05

112

0

0

37.33

8-Mar-05

53

133

133

106.33

8-Apr-05

0

11

133

48.00

2006

28-Jan-06

125

179

149

151.00

28-Jan-06

125

179

149

151.00

29-Jan-06

40

114

171

108.33

2007

8-Apr-07

118

12

10

46.67

9-Apr-07

21

521

21

187.67

8-Mar-07

71

173

184

142.67

2008

30-Jan-08

211

117

114

147.33

2-Jan-08

193

289

290

257.33

2-Jan-08

193

289

290

257.33

2009

30-Jan-09

211

117

114

147.33

2-Jan-09

193

289

290

257.33

2-Jan-09

193

289

290

257.33

(sumber : Perhitungan).

Dari perhitungan yang telah dilakukan kemudian didapatkan curah hujan rerata maksimum tahunan seperti pada tabel 4.9.

Tabel 4.9 Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan.

Tahun

Rmax (mm)

1997

107.67

1998

57.00

1999

81.33

2000

72.33

2001

75.33

2002

52.00

2003

79.33

2004

76.67

2005

106.33

2006

151.00

2007

187.67

2008

257.33

2009

257.33

4.3.      Analisis Frekuensi Curah Hujan Rencana

Dari curah hujan maximum tahunan yang telah didapatkan, selanjutnya dianalisis secara statistik untuk mendapatkan debit banjir rencana.

4.3.1.   Analisis Dispersi

Variasi atau dispersi adalah besarnya derajat atau besaran varian di sekitar nilai rata-ratanya. Pada kenyataannya bahwa tidak semua varian dari suatu variabel hidrologi terletak atau sama dengan nilai rata-ratanya.

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Parameter Statistik Curah Hujan Maksimum.

No

Tahun

Rh  (Xi)

Xi

( Xi  )

( Xi  )²

( Xi  )³

( Xi  )4

1

2002

52.00

120.10

-68.103

4637.96

-315856.92

21510665.89

2

1998

57.00

120.10

-63.103

3981.93

-251270.22

15855795.17

3

2000

72.33

120.10

-47.769

2281.90

-109004.58

5207064.91

4

2001

75.33

120.10

-44.769

2004.28

-89730.25

4017154.45

5

2004

76.67

120.10

-43.436

1886.68

-81949.52

3559550.80

6

2003

79.33

120.10

-40.769

1662.13

-67763.77

2762676.73

7

1999

81.33

120.10

-38.769

1503.05

-58272.22

2259169.09

8

2005

106.33

120.10

-13.769

189.59

-2610.53

35945.02

9

1997

107.67

120.10

-12.436

154.65

-1923.23

23917.10

10

2006

151.00

120.10

30.897

954.65

29496.28

911359.57

11

2007

187.67

120.10

67.564

4564.91

308423.91

20838384.64

12

2008

257.33

120.10

137.231

18832.28

2584368.82

354654921.55

13

2009

257.33

120.10

137.231

18832.28

2584368.82

354654921.55

Total

1561.333

61486.308

4528276.604

786291526.455

Rata rata

120.10

Sumber: Perhitungan

a.       Standar Deviasi (s)

Rumus :

71,58

b.      Koefisien Skewness (Cs)

Rumus:

c.       Koefisien Kurtosis (Ck)

Rumus:

2,30

d.      Koefisien Variasi

Rumus:

0,596

Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Parameter Statistik Logaritma Curah Hujan Harian Maksimum.

No

Tahun

Rh  (Xi)

Log Xi

(Log Xi-Log  )

(Log Xi-Log  )2

(Log Xi-Log  )3

(Log Xi-Log  )4

1

2002

52.00

1.716

-0.3020

0.0912

-0.0276

0.0083

2

1998

57.00

1.756

-0.2622

0.0687

-0.0180

0.0047

3

2000

72.33

1.859

-0.1587

0.0252

-0.0040

0.0006

4

2001

75.33

1.877

-0.1411

0.0199

-0.0028

0.0004

5

2004

76.67

1.885

-0.1334

0.0178

-0.0024

0.0003

6

2003

79.33

1.899

-0.1186

0.0141

-0.0017

0.0002

7

1999

81.33

1.910

-0.1078

0.0116

-0.0013

0.0001

8

2005

106.33

2.027

0.0086

0.0001

0.0000

0.0000

9

1997

107.67

2.032

0.0140

0.0002

0.0000

0.0000

10

2006

151.00

2.179

0.1609

0.0259

0.0042

0.0007

11

2007

187.67

2.273

0.2553

0.0652

0.0166

0.0043

12

2008

257.33

2.410

0.3924

0.1540

0.0604

0.0237

13

2009

257.33

2.410

0.3924

0.1540

0.0604

0.0237

Total

26.2346

0.6479

0.0840

0.0671

Log Xrt

2.0180

Sumber : Perhitungan

1)    Standar Deviasi (S)

0,232

2)    Koefisien Skewness (Cs)

0,0507

3)    Koefisien Kurtosis (Ck)

2,946

4)    Koefisien Variasi (Cv)

0.1151

4.3.2.     Pemilihan Jenis Sebaran

Dari parameter statistik yang sudah ada kemudian dilakukan pemilihan jenis analisis frekuensi yang akan digunakan dengan membandingkan persyaratan-persyaratan dengan hasil perhitungan pada yang dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12 Parameter Pemilihan Jenis Sebaran Distribusi Curah Hujan.

No.

Distribusi

Persyaratan

Hasil Perhitungan

Keterangan

1

Normal

Cs ~ 0 ± 0,3

1.2159

Tidak Memenuhi

Ck ~ 3,00

2.3038

Tidak Memenuhi

2

Gumbel

Cs = 1,14

1.2159

Tidak Memenuhi

Ck = 5,4

2.3038

Tidak Memenuhi

3

Log Normal

Cs = Cv³ + 3 Cv = 1.44

0.0507

Tidak Memenuhi

Ck=Cv8+6Cv6+15Cv4+16Cv2+3 = 6.92

2.9462

Tidak Memenuhi

4

Log Pearson Tipe III

Selain nilai di atas

0.0507

Memenuhi

2.9462

Memenuhi

 

Berdasarkan analisis dispersi yang telah dilakukan, maka jenis sebaran yang akan digunakan adalah jenis sebaran metode Log Pearson Tipe III.

4.3.3.   Pengujian Jenis Sebaran

Pengujian jenis sebaran dilakukan untuk mengetahui apakah jenis sebaran yang dipilih dapat diterima atau tidak. Pengujian jenis sebaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1.       Metode Smirnof-Kolmogorov

Uji sebaran dengan metode Smirnof-Kolmogorof juga disebut uji kecocokan non-parametrik karena pengujiannya tidak menggunakan fungsi distribusi tertentu.

Berikut pada tabel 4.13 akan ditunjukan pengujian metode Smirnof-Kolmogorof terhadap metode Log Pearson Tipe III.

Tabel 4.13 Uji Smirnof-Kolmogorof terhadap Log Pearson Tipe III.

Log Xi

m

P(X)

P(X<)

f(t)

P'(X)

P'(X<)

D

m/(n+1)

1-P(X)

m/(n-1)

1-(P'(X)

P(X<) - P'(X<)

{1}

{2}

{3}

{4}

{5}

{6}

{7}

{8}

1.716

1

0.071

0.929

-1.300

0.083

0.917

0.012

1.756

2

0.143

0.857

-1.128

0.167

0.833

0.024

1.859

3

0.214

0.786

-0.683

0.250

0.750

0.036

1.877

4

0.286

0.714

-0.607

0.333

0.667

0.048

1.885

5

0.357

0.643

-0.574

0.417

0.583

0.060

1.899

6

0.429

0.571

-0.510

0.500

0.500

0.071

1.910

7

0.500

0.500

-0.464

0.583

0.417

0.083

2.027

8

0.571

0.429

0.037

0.667

0.333

0.095

2.032

9

0.643

0.357

0.060

0.750

0.250

0.107

2.179

10

0.714

0.286

0.693

0.833

0.167

0.119

2.273

11

0.786

0.214

1.099

0.917

0.083

0.131

2.410

12

0.857

0.143

1.689

1.000

0.000

0.143

2.410

13

0.929

0.071

1.689

1.083

-0.083

0.155

N

13

D maks

0.155

Log

2.02

S

0.232

Sumber : Perhitungan

 

 

Tabel 4.14 Nilai DO Kritis Untuk Uji Smirnof-Kolmogorof.

n

0.200

0.100

0.050

0.010

5

0.450

0.510

0.560

0.670

10

0.320

0.370

0.410

0.490

15

0.270

0.300

0.340

0.400

20

0.230

0.260

0.290

0.360

25

0.210

0.240

0.270

0.320

30

0.190

0.220

0.240

0.290

35

0.180

0.200

0.230

0.270

40

0.170

0.190

0.210

0.250

45

0.160

0.180

0.200

0.240

50

0.150

0.170

0.190

0.230

n > 50

1.07

1.22

1.36

1.63

n0,5

n0,5

n0,5

n0,5

Derajat signifikansi  = 0,05 (5%)

Nilai DO Kritis          = 0,410 → n = 13 (Tabel 4.9)

Nilai Dmaks              = 0,155

Karena nilai Dmaks 0,155 lebih kecil dari nilai DO kritis yaitu 0,410 maka hipotesa diterima.

2.       Metode Chi-Kuadrat

Pengujian kecocokan dengan metode Chi-Kuadrat dapat dilakukan dengan rumus :

di mana :

X2     = Nilai Chi hitung.

Of      = Frekuensi yang diamati pada kelas yang sama.

Ef    = Frekuensi yang diharapkan sesuai dengan pembagian kelasnya.

Berikut adalah contoh perhitungan untuk mendapatkan nilai Chi-Kuadrat.

Tabel 4.15 Uji Chi-Kuadrat Terhadap Log Pearson Tipe III.

No

Nilai Sebaran Tiap Kelas

Ef

Of

(Ef-Of)

(Ef-Of)2

(Ef-Of)2/Ef

1

1.629< X <1.803

2.6

2

0.6

0.36

0.138461538

2

1.803< X <1.976

2.6

6

-3.4

11.56

4.446153846

3

1.976< X <2.150

2.6

1

1.6

2.56

0.984615385

4

2.150< X <2.324

2.6

2

0.6

0.36

0.138461538

5

2.324<X<2.497

2.6

2

0.6

0.36

0.138461538

13

13

15.2

5.846153846

Sumber Perhitungan

Tabel 4.16 Harga Chi-Kuadrat (X2)

Derajat Bebas (dk)

Derajat Significant

0.200

0.100

0.050

0.010

0.001

1

1.642

2.706

3.841

6.635

10.827

2

3.219

4.605

5.991

9.210

13.815

3

4.642

6.251

7.815

11.345

16.268

4

5.989

7.779

9.488

13.277

18.465

5

7.289

9.236

11.070

15.086

20.517

6

8.558

10.645

12.592

16.812

22.457

7

9.803

12.017

14.067

18.475

24.322

8

11.030

13.362

15.507

20.090

26.125

9

12.242

14.987

16.919

21.666

27.877

10

13.442

15.987

18.307

23.209

29.588

11

14.631

17.275

19.675

24.725

31.264

12

15.812

18.549

21.026

26.217

32.909

13

16.985

19.812

22.362

27.688

34.528

14

18.151

21.064

23.685

29.141

36.123

15

19.311

22.307

24.996

30.578

37.697

16

20.465

23.542

26.296

32.000

39.252

17

21.615

24.769

27.587

33.409

40.790

18

22.760

25.989

28.869

34.805

42.312

19

23.900

27.204

30.144

36.191

43.820

20

25.038

28.412

31.410

37.566

45.315

 

n = 13

Derajat Signifikan (α) = 0,05 (5%)

Derajat bebas (dk)    = 2

X2 hitung       = 5.846

X2 tabel         = 5.991 → (dk=2; α=0.05)

Karena nilai X2 hitung 5.846 lebih kecil dari nilai X2 tabel yaitu 5.991 maka hipotesa diterima.

4.3.4.     Perhitungan Curah Hujan Rencana

Perhitungan curah hujan rencana dengan distribusi sebaran metode Log Pearson Tipe III dapat dilakukan dengan menggunakan parameter-parameter statistik yang telah didapatkan dari perhitungan sebelumnya. Untuk mencari nilai curah hujan rencana dapat menggunakan rumus :

Perhitungan curah  hujan rencana disajikan dalam Tabel 4.17.

Tabel 4.17 Perhitungan Curah Hujan Rencana Metode Log Pearson Tipe III.

No

Periode

log

S log

Cs

k

Log Xt

X=10^Log Xt (mm)

1

10

2.018

0.232

0.05

1.287

2.317

207.51

2

25

2.018

0.232

0.05

1.768

2.429

268.41

3

50

2.018

0.232

0.05

2.080

2.501

317.29

4

100

2.018

0.232

0.05

2.363

2.567

369.09

5

200

2.018

0.232

0.05

3.373

2.802

633.56

6

1000

2.018

0.232

0.05

3.827

2.907

807.74

Sumber : Perhitungan

4.4.      Perhitungan Intensitas Curah Hujan

Rumus yang digunakan untuk menghitung intensitas curah hujan adalah persamaan DR. Mononobe karena data curah hujan yang tersedia adalah data curah hujan harian.

Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut :

di mana :

R1                = intensitas hujan rerata data T jam (%).

R24              = curah hujan efektif dalam 1 (satu) hari.

t             = waktu konsentrasi hujan > 6 (enam) jam.

T                        = waktu mulai hujan.

Tabel 4.18 Perhitungan Intensitas Curah Hujan.

t (jam)

R24 (mm)

10

25

50

100

200

1000

207.51

268.41

317.29

369.09

633.56

807.74

1

71.94

93.05

110.00

127.96

219.64

280.03

2

45.32

58.62

69.29

80.61

138.37

176.41

3

34.58

44.73

52.88

61.51

105.59

134.62

4

28.55

36.93

43.65

50.78

87.17

111.13

5

24.60

31.82

37.62

43.76

75.12

95.77

6

21.79

28.18

33.31

38.75

66.52

84.81

7

19.66

25.43

30.06

34.97

60.02

76.52

8

17.98

23.26

27.50

31.99

54.91

70.01

9

16.63

21.51

25.42

29.57

50.76

64.72

10

15.50

20.05

23.70

27.57

47.32

60.33

11

14.54

18.81

22.24

25.87

44.41

56.62

12

13.72

17.75

20.99

24.41

41.90

53.42

13

13.01

16.83

19.90

23.14

39.73

50.65

14

12.38

16.02

18.94

22.03

37.81

48.21

15

11.83

15.30

18.09

21.04

36.11

46.04

16

11.33

14.65

17.32

20.15

34.59

44.10

17

10.88

14.07

16.64

19.35

33.22

42.35

18

10.47

13.55

16.02

18.63

31.98

40.77

19

10.10

13.07

15.45

17.97

30.85

39.33

20

9.76

12.63

14.93

17.37

29.81

38.01

21

9.45

12.22

14.45

16.81

28.86

36.79

22

9.16

11.85

14.01

16.30

27.97

35.67

23

8.89

11.51

13.60

15.82

27.16

34.62

24

8.65

11.18

13.22

15.38

26.40

33.66

Sumber : Perhitungan

Gambar 4.8 Grafik Intensitas Hujan DAS Xxxxxx.

4.5.      Perhitungan Debit Banjir Rencana

4.5.1.     Metode Rasional

Perhitungan debit banjir dengan metode rasional digunakan persamaan sebagai berikut :

di mana :

Q            = Debit banjir rencana (m3/det).

C            = Koefisien pengaliran.

= 0.85

I             = Intensitas Hujan (mm/jam).

=

A            = Luas DAS (Km2).

= 27.87 Km2

·        Contoh perhitungan untuk periode ulang 10 tahun :

Panjang Sungai (L) = 24,18 Km

Elv. Hulu           = 1470 m

Elv. Hilir           = 395 m


Hasil perhitungan debit banjir rencana dengan metode Rasional dapat dilihat pada tabel 4.19.

Tabel 4.19 Debit Banjir Rencana dengan Metode Rasional.

T

Ru

C

A

I

Q

(Tahun)

(mm)

(Km2)

(mm/jam)

(m3/det)

10

207.5052

0.85

27.87

18.32885

120.61

25

268.4081

0.85

27.87

23.70838

156.01

50

317.2914

0.85

27.87

28.02622

184.42

100

369.0881

0.85

27.87

31.98893

210.50

200

633.5586

0.85

27.87

55.96198

368.25

1000

807.7353

0.85

27.87

71.34693

469.49

Sumber : Perhitungan

4.5.2.     Metode Haspers

Perhitungan debit banjir rencana metode Haspers dapat dihitung dengan persamaan berikut :

di mana :

Qt           = Debit banjir rencana

α             = Koefisien pengaliran

β             = Koefisien reduksi

A            = Luas DAS

Berikut adalah contoh perhitungan debit banjir untuk periode ulang 10 tahun dan data yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan debit banjir rencana metode Haspers :

A            = 27,87 Km2

L            = 24,18 Km

∆H         = 1,075 Km

I             = ∆H/L = 1,075/24,18

= 0.04445

Perhitungan :

t = 0,1 x L0,8 x I0,3

= 0,1 x 24,180,8 x 0,04445-0,3

= 3,254 jam

Rt untuk 2 jam ≤ t ≤ 19 jam :

Perhitungan debit banjir rencana dengan metode Haspers selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Tabel 4.20 Perhitungan Debit Banjir Rencana dengan Metode Haspers.

T

α

A

t

β

R24

Rt

q

Qt

(Tahun)

(Km2)

( jam )

( mm )

(mm/jam)

(m3/det/Km2)

( m3/det )

10

0.634

27.87

3.254

0.880

207.505

158.72

13.551

210.96

25

0.634

27.87

3.254

0.880

268.408

205.31

17.528

272.88

50

0.634

27.87

3.254

0.880

317.291

242.70

20.720

322.58

100

0.634

27.87

3.254

0.880

369.088

282.32

24.102

375.24

200

0.634

27.87

3.254

0.880

633.559

484.62

41.373

644.19

1000

0.634

27.87

3.254

0.880

807.735

617.85

52.747

821.20

Sumber : Perhitungan

 

4.5.3.     Metode FSR Jawa Sumatera

Untuk menghitung debit banjir rencana dengan menggunakan metode FSR Jawa Sumatera digunakan persamaan :

Q = GF x MAF

di mana :

GF          = Growth Factor

MAF      = 8.10-6 x AREAV x APBAR2,445 x SIMS0,117 x (1+LAKE)-0,85

Contoh perhitungan untuk periode ulang 10 tahun :

1.       AREA = Luas DAS = 27.87 Km2

2.       V = 1,02 – 0,0275 Log (AREA) = 1,02 – 0,0275 Log (27,87) = 0,98 m/det

3.       APBAR = PBAR x ARF

PBAR = Data curah hujan maksimum tahunan terbesar = 257,33 mm

ARF = 0,97 → Lihat tabel 2.6 untuk Luas DAS 10 Km2 – 30 Km2

APBAR = 257,33 x 0,97 =249,61

4.       SIMS = H/MSL

H = ∆H = 1075 m

MSL = 0,90 x L = 0,90 x 24,18 = 21,762

SIMS = 1075/21,76 = 49,39

5.       LAKE = 0,00, karena tidak terdapat danau di DAS Xxxxxx

6.       MAF = 8.106 x 27,870,98 x 249,612,445 x 49,390,117 x (1+0,00)-0,85 = 239,23

7.       GF (Growth Factor) = 1,56 → lihat tabel 2.7

8.       Qt = 1,56 x 239,226 = 373,19 m3/det.

Untuk perhitungan debit banjir rencana metode FSR Jawa Sumatera selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.21.

Tabel 4.21 Perhitungan Debit Banjir Rencana dengan Metode FSR Jawa Sumatera.

T

GF

A

V

PBAR

ARF

APBAR

H

L

MSL

SIMS

LAKE

MAF

Qt

(th)

(Km2)

(mm)

(mm)

(m)

(Km)

(m3/dt)

(m3/dt)

10

1.56

27.87

0.98

257.33

0.97

249.61

1075

24.18

21.762

49.398

0

239.226

373.19

25

1.97

27.87

0.98

257.33

0.97

249.61

1075

24.18

21.762

49.398

0

239.226

471.28

50

2.35

27.87

0.98

257.33

0.97

249.61

1075

24.18

21.762

49.398

0

239.226

562.18

100

2.78

27.87

0.98

257.33

0.97

249.61

1075

24.18

21.762

49.398

0

239.226

665.05

200

3.27

27.87

0.98

257.33

0.97

249.61

1075

24.18

21.762

49.398

0

239.226

782.27

1000

4.68

27.87

0.98

257.33

0.97

249.61

1075

24.18

21.762

49.398

0

239.226

1,119.58

Sumber : Perhitungan

 

4.5.4.     Passing Capacity Sungai di Hulu Bendung

Passing Capacity adalah metode yang digunakan untuk mengkontrol debit banjir rencana yang didapat dari rumus pendekatan dengan membandingkan kondisi asli yang pernah terjadi di lapangan.

Dengan mengamati bekas banjir yang pernah terjadi, kemudian diadakan perhitungan dengan memakai formula Manning. Historis banjir yang pernah terjadi di lokasi perencanaan bendung diketahui dengan periode ulang 50 tahun dengan tinggi air banjir sebesar 1.9 m.

Rumus :

Q = A x V

di mana:

Q = Debit banjir (m3/det)

A= Luas penampang basah (m2)

V= Kecepatan rencana (m/det)4.5.5.     Pemilihan Debit Banjir Rencana

Setelah dilakukan perhitungan dan analisis dengan berbagai metode yang telah dilakukan, didapatkan rekapitulasi debit banjir rencana sebagai berikut :

Tabel 4.22 Rekapitulasi Debit Banjir Rencana.

Tahun

Rasional

m3/det

Haspers

m3/det

FSR Jawa Sumatera

m3/det

Passing Capacity

m3/det

10

120.61

210.96

373.19

25

156.01

272.88

471.28

50

184.42

322.58

562.18

295,11

100

210.50

375.24

665.05

200

368.25

644.12

782.27

1000

469.49

821.20

1119.58

Dari tabel di atas didapatkan hasil yang berbeda dari 3 metode yang sudah dilakukan dengan menggunakan rumus pendekatan. Debit yang didapatkan dari metode pendekatan kemudian dibandingkan dengan debit yang dihasilkan dari metode Passing Capacity dengan periode ulang ± 50 tahun yaitu sebesar 295,11  m3/det. Berdasarkan hasil yang didapat dari metode Passing Capacity, debit banjir rencana yang paling mendekati adalah debit banjir dengan metode Haspers yaitu sebesar 322,58 m3/det. Dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan debit banjir yang pernah terjadi sebelumnya di daerah tersebut, maka debit banjir yang dipilih adalah debit banjir rencana metode Haspers dengan periode ulang 100 tahun yaitu sebesar 375,24 m3/det.

4.6     Analisis Kebutuhan Air

4.6.1   Analisis Kebutuhan Air Tanaman

1.     Evapotranspirasi

Besarnya evapotranspirasi dihitung dengan menggunakan metode Penman yang dimodifikasi oleh Nedeco/Prosida seperti yang diterbitkan oleh Dirjen Pengairan, Bina Program PSA 010, 1985 (KP01, hal 34, 1986).

Evapotranspirasi dihitung dengan menggunakan rumus-rumus teoritis empiris dengan memperhatikan faktor-faktor meteorology yang terkait seperti suhu udara, kelembaban, kecepatan angin dan penyinaran matahari yang dapat dilihat pada Tabel 4.23 – 4.26.

Tabel 4.23 Data Kelembaban Udara (%).

NO.

TAHUN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

1

1997

83

80

78

80

78

73

75

65

70

76

76

82

2

1998

81

79

82

81

80

77

74

66

72

78

75

80

3

1999

84

81

79

79

81

76

76

68

73

73

77

79

4

2000

82

83

81

79

79

69

75

63

71

74

76

83

5

2001

86

81

79

79

78

70

79

66

72

77

78

79

6

2002

81

84

83

81

76

74

82

71

72

79

75

80

7

2003

83

83

79

80

80

80

74

73

73

78

77

82

8

2004

85

87

82

82

82

82

74

72

73

74

79

83

9

2005

83

86

78

80

81

79

70

69

73

75

81

85

10

2006

86

83

84

76

82

78

73

74

72

76

78

81

11

2007

82

81

83

83

76

76

82

73

74

79

80

80

12

2008

84

83

84

78

78

74

70

72

74

78

76

82

13

2009

82

82

82

79

76

75

74

68

74

80

74

83

JUMLAH

1082

1073

1054

1037

1027

983

978

900

943

997

1002

1059

RATA-RATA

83.23

82.54

81.08

79.77

79.00

75.62

75.23

69.23

72.54

76.69

77.08

81.46

Tabel 4.24 Data Penyinaran Matahari Tahunan (%).

NO.

TAHUN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

1

1997

40

51

69

60

59

63

65

60

50

52

54

53

2

1998

45

49

71

65

61

59

72

59

54

50

51

56

3

1999

38

43

72

56

57

72

69

56

58

55

56

62

4

2000

26

60

62

54

63

71

72

54

60

66

67

68

5

2001

27

44

45

57

73

45

74

53

68

67

65

58

6

2002

38

33

47

75

69

47

70

64

58

64

60

57

7

2003

40

78

59

70

75

63

67

59

70

55

63

53

8

2004

41

73

75

73

78

78

74

70

71

60

62

65

9

2005

50

39

61

45

82

62

69

80

74

56

38

71

10

2006

68

46

78

57

56

72

56

85

56

61

70

69

11

2007

70

55

64

70

72

65

68

63

63

62

79

66

12

2008

75

80

57

56

60

69

56

68

62

66

79

68

13

2009

80

48

66

68

61

73

55

74

62

69

63

59

JUMLAH

638

699

826

806

866

839

867

845

806

783

807

805

RATA-RATA

49.1

53.8

63.5

62.0

66.6

64.5

66.7

65.0

62.0

60.2

62.1

61.9

 

Tabel 4.25 Data Kecepatan Angin (m/s).

NO.

TAHUN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

1

1997

2.21

2.32

1.82

1.91

2.21

2.17

2.23

2.54

2.44

2.51

2.11

1.36

2

1998

2.28

2.41

1.88

1.89

2.18

2.20

2.31

2.46

2.39

2.49

2.18

1.40

3

1999

2.12

2.46

1.87

2.12

2.23

2.29

2.33

2.39

2.28

2.31

2.09

1.51

4

2000

2.50

2.92

1.91

2.19

2.30

2.26

2.46

2.94

2.62

2.66

2.07

1.31

5

2001

2.40

2.38

2.04

1.90

2.43

1.98

1.90

2.68

1.89

1.98

2.26

1.90

6

2002

2.32

2.37

1.89

1.82

2.35

2.39

2.80

1.99

2.59

2.09

1.96

1.75

7

2003

2.12

2.46

1.90

1.98

2.59

2.28

3.35

2.64

1.99

2.30

2.34

2.12

8

2004

2.88

2.37

1.87

2.02

1.99

2.34

2.84

2.70

2.43

2.98

2.22

2.46

9

2005

2.46

3.01

1.92

1.89

2.52

2.46

2.49

3.04

2.70

3.12

2.40

1.99

10

2006

2.49

2.49

2.07

1.73

2.60

2.31

2.33

2.89

2.52

2.64

1.94

1.74

11

2007

1.98

2.50

1.99

1.82

2.33

2.50

2.56

2.74

3.08

2.50

2.03

1.86

12

2008

2.90

2.54

1.96

1.96

2.51

2.47

2.47

2.46

2.70

2.30

1.84

2.26

13

2009

2.41

3.00

1.88

1.84

2.39

2.31

2.52

2.58

2.55

2.40

1.89

2.48

JUMLAH

31.07

33.23

25.00

25.07

30.63

29.96

32.59

34.05

32.18

32.28

27.33

24.14

RATA-RATA

3.11

3.32

2.50

2.51

3.06

3.00

3.26

3.41

3.22

3.23

2.73

2.41

KEC. 2m

2.75

2.94

2.21

2.22

2.71

2.65

2.88

3.01

2.85

2.86

2.42

2.14

Tabel 4.26 Data Suhu Udara (°c).

NO.

TAHUN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

1

1997

21.1

21.3

22.2

22.5

22.1

22.3

22.6

22.3

21.2

21.6

21.3

21.8

2

1998

21.4

21.5

22.5

22.6

22.4

22.1

22.4

22.5

21.5

21.4

21.2

21.5

3

1999

21.2

21.1

22.6

23.5

21.4

22.5

22.3

22.6

21.6

21.7

21.5

21.2

4

2000

22.3

23.9

21.7

23.7

21.1

22.1

21.7

22.4

21.8

23.6

21.8

21.9

5

2001

22.5

23.8

21.8

23.7

21.9

22.6

22.8

22.5

21.9

22.6

21.9

22.2

6

2002

21.9

23.8

21.6

23.4

22.9

23.1

21.5

22.4

22.3

22.4

22.8

23.4

7

2003

22.1

22.6

22.9

23.4

22.7

23.5

21.6

23.9

22.5

22.8

22.7

23.3

8

2004

22.4

23.4

22.5

22.4

23.5

23.4

21.1

22.7

22.6

22.1

24.5

22.4

9

2005

21.3

22.7

21.3

22.5

23.3

22.9

22.5

23.5

21.8

23.6

24.1

22.8

10

2006

21.4

21.7

21.2

23.1

22.7

22.8

22.5

23.7

23.7

23.8

23.7

23.6

11

2007

21.2

21.7

22.9

22.9

21.8

22.6

21.4

24.3

23.6

23.7

23.2

24.7

12

2008

21.3

21.3

23.5

22.8

22.8

22.8

22.5

24.1

22.8

23.9

23.8

24.8

13

2009

21.8

23.9

23.5

22.6

23.4

23.5

23.4

24.5

22.7

24.4

24.5

24.6

JUMLAH

281.9

292.7

290.2

299.1

292.0

296.2

288.3

301.4

290.0

297.6

297.0

298.2

RATA-RATA

28.2

29.3

29.0

29.9

29.2

29.6

28.8

30.1

29.0

29.8

29.7

29.8

 

Contoh perhitungan evapotranspirasi untuk bulan Januari :

1)          Baris ke-1             : Data suhu udara (°C), 28,19°C.

2)          Baris ke-2             : Data kelembaban udara (%), 83,23%.

3)          Baris ke-3             : Data kecapatan angin 2m (m/s), 2,75 m/s.

4)          Baris ke-4             : Data penyinaran matahari (%), 49,08%.

5)          Baris Ke-5            : Data letak garis lintang, 3,9°5”.

6)          Baris ke-6             : Penyinaran matahari 12 jam (%), 42,0%.

7)          Baris ke-7             : F(Tai)x10-2 (mmHg), 9,37 mmHg.

8)          Baris ke-8             : ∆L-1x102 (mmHg), 2,91 mmHg.

9)          Baris ke-9             : Pwza]Sa (mmHg), 28,00 mmHg.

10)       Baris ke-10           : γ+∆ (mmHg), 2,18 mmHg.

11)       Baris ke-11           : Pwza (mmHg), baris 2 x baris 9

= 83,23% x 28,00 = 23,30 mmHg.

12)       Baris ke-12           : F(Tdp) (Tdp), 0,11 Tdp.

13)       Baris ke-13           : Pwza]Sa - Pwza (mmHg), baris 9 – baris 11

= 28,00 – 23,30 = 4,70 mmHg.

14)       Baris ke-14           : γ.(Faz) (m/det),

= 0,49x0,35x(0,5+(0,54xbaris 3))

= 0,49x0,35x(0,5+(0,54x2,75)) = 0,34 m/det.

15)       Baris ke-15           : γ.Eq (10-3m2Hg/det), baris 13 x baris 14

= 4,7 x 0,34 = 1,60 10-3m2Hg/det.

16)       Baris ke-16           : caHshx10-2 (°), 8,82°

17)       Baris ke-17           : AshxF(T) (%),

= 0,75[0,29 cos LS + 0,52 r x 10-2]

= 0,75[0,29 cos 3,9° + 0,52 (42x10-2)]

= 0,38%.

18)       Baris ke-18           : Hne, baris 16 x baris 17

= 8,82 x 0,38 = 3,36.

19)       Baris ke-19           : m (mmHg), baris 7 x (1 – baris 6)

= 9,37 x (1 – 42,0%) = 5,43 mmHg.

20)       Baris ke-20           : F(m), 1 – (baris 19 / baris 9)

= 1 – (5,43/28) = 0,81.

21)       Baris ke-21           : H2ne, baris 7 x baris 12 x baris 20

= 9,37 x 0,11 x 0,81 = 0,85.

22)       Baris ke-22           : Hne-H2ne, baris 18 – baris 21

= 3,36 – 0,85 = 2,51.

23)       Baris ke-23           : (∆Hne), baris 8 x baris 22

= 2,91 x 2,51 = 7,30.

24)       Baris ke-24           : γxEq+∆Hne  (mm2Hg/hr), baris 15 + baris 23

= 1,60 + 7,30 = 8,90 mm2Hg/hr.

25)       Baris ke-25           : Eo (mm/hari), baris 24 / baris 10

= 8,90 / 2,18 = 4,08 mm/hari.

Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.27 di bawah ini :

 Tabel 4.27 Perhitungan Angka Evapotranspirasi Dengan Metode Penman.

NO

PERHITUNGAN DASAR

UNIT

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGT

SEP

OKT

NOV

DES

1

SUHU UDARA

0C

28.19

29.27

29.02

29.91

29.20

29.62

28.83

30.14

29.00

29.76

29.70

29.82

2

KELEMBABAN RELATIF

%

83.23

82.54

81.08

79.77

79.00

75.62

75.23

69.23

72.54

76.69

77.08

81.46

3

KECEPATAN ANGIN 2M

m/s

2.75

2.94

2.21

2.22

2.71

2.65

2.88

3.01

2.85

2.86

2.42

2.14

4

PENYINARAN MATAHARI

%

49.08

53.77

63.54

62.00

66.62

64.54

66.69

65.00

62.00

60.23

62.08

61.92

5

LINTANG

LS

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

3.95

6

PENYINARAN MATAHARI (12 jam)

%

42.03

45.72

53.40

52.19

55.82

54.19

55.88

54.55

52.19

50.80

52.25

52.13

PERHITUNGAN POROSIDA/PENMAN

7

Tabel 2.a dan 2.b dengan baris (1)

F(Tai)x10-2

mmHg

9.37

9.55

9.41

9.56

9.47

9.52

9.43

9.58

9.45

9.61

9.55

9.56

8

Tabel 2.a dan 2.b dengan baris (2)

∆L-1x10²

mmHg

2.91

3.11

2.95

3.13

3.02

3.08

2.96

3.16

2.99

3.19

3.11

3.13

9

Tabel 2.a dan 2.b dengan baris (3)

PWZa]Sa

mmHg

28.00

31.46

29.51

31.64

30.38

31.10

29.68

32.00

30.03

32.38

31.46

31.64

10

Tabel 2.a dan 2.b dengan baris (4)

ɣ+∆

mmHg

2.18

2.30

2.20

2.31

2.25

2.28

2.21

2.33

2.23

2.35

2.30

2.31

11

data (2) x data (9)

PWZa

mmHg

23.30

25.97

23.93

25.24

24.00

23.52

22.33

22.15

21.78

24.83

24.25

25.77

12

Tabel 3 dengan baris (1)

F(Tdp)

Tdp

0.11

0.09

0.11

0.09

0.11

0.11

0.12

0.13

0.13

0.11

0.10

0.09

13

data (9)-data (11)

PWZa]Sa-PWZa

mmHg

4.70

5.49

5.58

6.40

6.38

7.58

7.35

9.85

8.25

7.55

7.21

5.87

14

Tabel 4 dengan baris (3)

ɣ.(Faz)

m/dt

0.34

0.36

0.29

0.29

0.34

0.33

0.35

0.36

0.35

0.35

0.31

0.28

15

data (13) x data (14)

ɣ.Eq

10-3m2Hg/dt

1.60

1.97

1.62

1.86

2.15

2.51

2.59

3.59

2.88

2.64

2.23

1.66

16

Tabel 5 dengan baris (5)

caHshx10-2

°

8.82

9.00

8.92

8.52

7.98

7.65

7.75

8.21

8.69

8.91

8.81

8.72

17

Tabel 6 dengan baris (6) dan (5)

AshxF(T)

%

0.38

0.40

0.43

0.42

0.43

0.43

0.44

0.43

0.42

0.42

0.42

0.42

18

data (16) x data (17)

Hne

°

3.36

3.56

3.79

3.58

3.47

3.28

3.37

3.53

3.66

3.70

3.71

3.67

19

data (7) x (1-data (6))

m

mmHg

5.43

5.18

4.38

4.57

4.18

4.36

4.16

4.35

4.52

4.73

4.56

4.58

20

1-(data (19)/data (9))

F(m)

 

0.81

0.84

0.85

0.86

0.86

0.86

0.86

0.86

0.85

0.85

0.86

0.86

21

data (7) x data (12) x data (20)

Hne

mmHg2

0.85

0.69

0.86

0.76

0.87

0.91

1.01

1.04

1.04

0.89

0.85

0.72

22

data (18) - data (21)

Hne-Hne

mm/hr

2.51

2.87

2.94

2.82

2.60

2.37

2.37

2.49

2.61

2.81

2.86

2.95

23

data (8) x data (22)

∆Hne

mm/hr

7.30

8.93

8.66

8.84

7.86

7.30

7.00

7.86

7.81

8.97

8.89

9.22

24

data (15) + data (23)

ɣ.Eq+∆Hne

mm²Hg/hr

8.89

10.90

10.29

10.70

10.01

9.81

9.60

11.45

10.69

11.62

11.12

10.89

25

data (24) / data (10) = Eo

(ɣ.Eq+∆Hne)/ɣ

mm/hari

4.08

4.74

4.68

4.63

4.45

4.30

4.34

4.91

4.79

4.94

4.84

4.71

26

Evapotranspirasi (Eto) = Eo x 1,1

 

mm/hari

4.49

5.21

5.14

5.10

4.90

4.73

4.78

5.40

5.27

5.44

5.32

5.18

27

Jumlah Hari

 

hari

31.00

28.00

31.00

30.00

31.00

30.00

31.00

31.00

30.00

31.00

30.00

31.00

28

Eto dalam 1 bulan

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69


2.     Perkolasi

Laju perkolasi sangat bergantung kepada sifat-sifat tanah. Pada tanah-tanah lempung berat dengan karakteristik pengelolahan (puddling) yang baik, laju perkolasi dapat mencapai 1-3 mm/ hari. Pada tanah-tanah yang lebih ringan; laju perkolasi bisa lebih tinggi (KP01, hal 36,1986). Perkolasi yang digunakan pada perhitungan dipakai 2 mm/hari.

3.     Koefisien Tanaman (Kc)

Besarnya koefisien tanaman (Kc) tergantung dari jenis tanaman dan fase pertumbuhan. Pada perhitungani ini digunakan koefisien tanaman untuk padi dengan varietas unggul mengikuti ketentuan Nedeco/Prosida.

4.     Curah Hujan Efektif (Re)

Data curah hujan bulanan diurutkan dari nilai kecil ke besar, kemudian hitung probabilitasnya dengan rumus :

di mana :

R80         = Curah hujan tengah bulanan dengan probabilitas 80%.

n             = jumlah tahun pengamatan = 13 tahun.

Curah hujan efektif untuk padi adalah curah hujan yang terlampaui 80% , artinya probabilitas curah hujan yang terjadi adalah 80% dan dikalikan dengan faktor golongan, sehingga dapat dirumuskan curah hujan efektif padi sebagai berikut :

Re = R80 x Fh

di mana :

Re           = Curah hujan efektif.

Fh                 = Faktor golongan.

Maka nilai R80 dapat ditentukan seperti berikut :

 

Tabel 4.28 Tabel Curah Hujan Bulanan.

TAHUN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

1997

421

363

324

129

175

35

47

0

43

146

322

489

1998

459

521

389

211

134

65

24

0

87

125

279

375

1999

491

368

236

343

19

41

24

34

22

263

477

615

2000

650

230

348

0

170

0

6

0

86

296

589

171

2001

411

649

616

263

230

315

167

0

176

156

294

461

2002

654

697

299

414

133

54

0

0

0

5

355

685

2003

353

626

483

161

123

88

4

82

32

122

27

741

2004

431

597

466

427

393

30

97

0

92

82

175

532

2005

349

422

581

442

142

135

249

14

129

392

215

503

2006

1020

600

313

530

322

52

0

0

80

140

254

417

2007

476

593

905

391

301

204

26

4

0

12

521

560

2008

1112

1511

580

672

339

339

18

93

0

348

821

857

2009

1112

1511

580

188

159

253

13

0

91

170

277

738

Tabel 4.29 Tabel Curah Hujan Probabilitas 80%.

TAHUN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

1

349

230

236

0

19

0

0

0

0

5

27

171

2

353

363

299

129

123

30

0

0

0

12

175

375

3

411

368

313

161

133

35

4

0

0

82

215

417

4

421

422

324

188

134

41

6

0

22

122

254

461

5

431

521

348

211

142

52

13

0

32

125

277

489

6

459

593

389

263

159

54

18

0

43

140

279

503

7

476

597

466

343

170

65

24

0

80

146

294

532

8

491

600

483

391

175

88

24

0

86

156

322

560

9

650

626

580

414

230

135

26

4

87

170

355

615

10

654

649

580

427

301

204

47

14

91

263

477

685

11

1020

697

581

442

322

253

97

34

92

296

521

738

12

1112

1511

616

530

339

315

167

82

129

348

589

741

13

1112

1511

905

672

393

339

249

93

176

392

821

857

Average

610.69

668.31

470.77

320.85

203.08

123.92

51.92

17.46

64.46

173.62

354.31

549.54

Std.Dev

284.62

397.55

182.27

183.81

106.67

115.38

75.74

32.63

54.06

119.46

204.29

181.37

k

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

-0.842

Xt Bulan

371.04

333.57

317.30

166.08

113.26

26.77

0.00

0.00

18.95

73.03

182.30

396.82

Jml Hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

Re80

11.97

11.91

10.24

5.54

3.65

0.89

0.00

0.00

0.63

2.36

6.08

12.80

R80 diperoleh dari interpolasi menggunakan data ranking ke 3 dan ke 4.

Contoh perhitungan untuk bulan Januari :

Tabel 4.30 Tabel Curah Hujan Probabilitas 80% rangking 3,6.

No.

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGU

SEP

OKT

NOV

DES

3.6

417.00

400.40

319.60

177.20

133.60

38.60

5.20

0.00

13.20

106.00

238.40

443.40

Re80

13.45

14.30

10.31

5.91

4.31

1.29

0.17

0.00

0.44

3.42

7.95

14.30

5.     Kebutuhan Air untuk Pengolahan Lahan

a.       Pengolahan Lahan untuk Padi

Waktu yang diperlukan untuk pekerjaan penyiapan lahan adalah selama satu bulan (30 hari). Kebutuhan air untuk pengolahan tanah bagi tanaman padi diambil 200 mm, setelah tanam selesai, lapisan air di sawah akan ditambah 100 mm.

b.      Pengolahan Lahan untuk Palawija

Kebutuhan air untuk penyiapan lahan bagi palawija sebesar 50 mm selama 15 hari yaitu 3,33 mm/hari  yang digunakan untuk menggarap lahan yang ditanami dan untuk menciptakan kondisi lembab yang memadai untuk persemaian yang baru tumbuh.

4.6.2   Analisis Kebutuhan Air untuk Irigasi

1.       Pola Tanam dan Perencanaan Tata Tanam

Pola tanam adalah suatu pola penanaman jenis tanaman selama satu tahun yang merupakan kombinasi urutan penanaman. Pola tanam untuk daerah irigasi Xxxxxx direncanakan Padi – Palawija – Palawija.

2.       Efisiensi Irigasi

Pada perencanaan jaringan irigasi, tingkat efisiensi ditentukan menurut kriteria standar perencanaan yaitu sebagai berikut :

-            Kehilangan air pada saluran primer adalah 7,5 – 12,5 %, diambil 10% Faktor koefisien 1,10.

-            Kehilangan air pada saluran sekunder adalah 7,5 – 15,5 %, diambil 15% Faktor koefisien 1,15.

-            Kehilangan air pada saluran tersier diambil 25% Faktor koefisien 1,25.Tabel 4.31 Perhitungan Kebutuhan Air Tanaman Padi.

TANAMAN PADI (90 HARI)

OKT

NOV

DES

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AUG

SEPT

KETERANGAN

Evapotranspirasi (Eto)

4.94

4.84

4.71

4.08

4.74

4.68

4.63

4.45

4.30

4.34

4.91

4.79

HASIL PERHITUNGAN mm/hari

Perkolasi (P)  

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

Eto+P

6.94

6.84

6.71

6.08

6.74

6.68

6.63

6.45

6.30

6.34

6.91

6.79

R80

3.42

7.95

14.30

13.45

14.30

10.31

5.91

4.31

1.29

0.17

0.00

0.44

Faktor Hujan

dengan 2 gol (FH)

 tiap 2 mingguan

1

0.18

 

0.62

1.43

2.57

2.42

2.57

1.86

1.06

0.78

0.23

0.03

0.00

0.08

 

2

0.53

 

1.81

4.21

7.58

7.13

7.58

5.46

3.13

2.28

0.68

0.09

0.00

0.23

 

3

0.55

 

1.88

4.37

7.87

7.40

7.87

5.67

3.25

2.37

0.71

0.09

0.00

0.24

 

4

0.4

Hujan Efektif

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

TABEL 1.b

5

0.4

Re = R80 x FH

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

mm/hari

6

0.4

 

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

 

7

0.4

 

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

 

8

0.2

 

0.68

1.59

2.86

2.69

2.86

2.06

1.18

0.86

0.26

0.03

0.00

0.09

 

Koefisien

Tanaman

(KT)

1

1.2

 

5.93

5.80

5.65

4.90

5.69

5.61

5.56

5.34

5.16

5.21

5.90

5.75

 

2

1.2

 

5.93

5.80

5.65

4.90

5.69

5.61

5.56

5.34

5.16

5.21

5.90

5.75

 

3

1.32

 

6.53

6.38

6.22

5.39

6.26

6.17

6.11

5.87

5.68

5.73

6.49

6.33

 

4

1.4

Evapotranspirasi

6.92

6.77

6.60

5.71

6.64

6.55

6.49

6.23

6.02

6.08

6.88

6.71

TABEL 1.c

5

1.35

E = Eto x KT

6.67

6.53

6.36

5.51

6.40

6.31

6.25

6.01

5.81

5.86

6.63

6.47

mm/hari

6

1.24

 

6.13

6.00

5.84

5.06

5.88

5.80

5.74

5.52

5.33

5.38

6.09

5.94

 

7

1.12

 

5.54

5.42

5.28

4.57

5.31

5.24

5.19

4.98

4.82

4.86

5.50

5.37

 

8

0

 

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

 

Pengolahan Tanah

 

Kebutuhan Air

LP1(TABEL 7)

 

 

10.40

10.20

10.10

9.60

9.90

9.80

9.80

9.70

9.70

9.70

10.00

10.10

TABEL ZYLSTRA Berdasarkan Eo+P mm/hari

LP1-RE1    

 

=A=Ir

9.78

8.77

7.53

7.18

7.33

7.94

8.74

8.92

9.47

9.67

10.00

10.02

A*0.116      

 

=B

1.14

1.02

0.87

0.83

0.85

0.92

1.01

1.04

1.10

1.12

1.16

1.16

2 Minggu ke I

B*1.25        

 

=C

1.42

1.27

1.09

1.04

1.06

1.15

1.27

1.29

1.37

1.40

1.45

1.45

C*1.15

 

=D

1.63

1.46

1.25

1.20

1.22

1.32

1.46

1.49

1.58

1.61

1.67

1.67

D*1.1

 

=E

1.79

1.61

1.38

1.32

1.34

1.46

1.60

1.64

1.74

1.77

1.83

1.84

Kebutuhan Air

LP2(TABEL 7)

 

 

10.40

10.20

10.10

9.60

9.90

9.80

9.80

9.70

9.70

9.70

10.00

10.10

TABEL ZYLSTRA Berdasarkan Eo+P mm/hari

LP2-RE2

 

=A=Ir

8.59

5.99

2.52

2.47

2.32

4.34

6.67

7.42

9.02

9.61

10.00

9.87

A*0.116      

 

=B

1.00

0.69

0.29

0.29

0.27

0.50

0.77

0.86

1.05

1.11

1.16

1.14

2 Minggu ke II

B*1.25      

 

=C

1.25

0.87

0.37

0.36

0.34

0.63

0.97

1.08

1.31

1.39

1.45

1.43

C*1.15

 

=D

1.43

1.00

0.42

0.41

0.39

0.72

1.11

1.24

1.50

1.60

1.67

1.65

D*1.1        

 

=E

1.58

1.10

0.46

0.45

0.43

0.80

1.22

1.36

1.65

1.76

1.83

1.81

Pertumbuhan Tanaman Padi

 

 

 

Et1+P+W-RE1

 

=A=Ir

7.72

5.10

1.45

1.16

1.49

3.61

5.98

6.64

8.12

8.79

9.56

9.18

W=1,667 mm/hari kebutuhan air untuk penggantian air genangan saat pemupukan

Kebutuhan Air

A*0.116    

 

=B

0.90

0.59

0.17

0.14

0.17

0.42

0.69

0.77

0.94

1.02

1.11

1.06

2 Minggu Ke I

B*1.25        

 

=C

1.12

0.74

0.21

0.17

0.22

0.52

0.87

0.96

1.18

1.27

1.39

1.33

w  = 1,667 mm/hari

C*1.15   

 

=D

1.29

0.85

0.24

0.19

0.25

0.60

1.00

1.11

1.35

1.47

1.59

1.53

 

 

D*1.1        

 

=E

1.42

0.94

0.27

0.21

0.27

0.66

1.10

1.22

1.49

1.61

1.75

1.68

 

 

Et2+P+W-RE2

 

=A=Ir

7.23

5.29

2.60

2.18

2.63

4.15

5.86

6.28

7.31

7.81

8.56

8.24

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A*0.116     

 

=B

0.84

0.61

0.30

0.25

0.31

0.48

0.68

0.73

0.85

0.91

0.99

0.96

B= lt/dt

2 Minggu Ke II

B*1.25      

 

=C

1.05

0.77

0.38

0.32

0.38

0.60

0.85

0.91

1.06

1.13

1.24

1.20

C= lt/dt

w  = 1,667 mm/hari

C*1.15    

 

=D

1.21

0.88

0.43

0.36

0.44

0.69

0.98

1.05

1.22

1.30

1.43

1.37

D= lt/dt

 

 

D*1.1     

=E

1.33

0.97

0.48

0.40

0.48

0.76

1.08

1.15

1.34

1.43

1.57

1.51

E= lt/dt

 

 

Et3+P+W-RE3

 

=A=Ir

7.82

5.87

3.17

2.67

3.20

4.72

6.42

6.82

7.83

8.33

9.15

8.82

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A*0.116    

 

=B

0.91

0.68

0.37

0.31

0.37

0.55

0.74

0.79

0.91

0.97

1.06

1.02

B= lt/dt

2 Minggu Ke III

B*1.25    

 

=C

1.13

0.85

0.46

0.39

0.46

0.68

0.93

0.99

1.14

1.21

1.33

1.28

C= lt/dt

w  = 1,667 mm/hari

C*1.15      

 

=D

1.30

0.98

0.53

0.45

0.53

0.79

1.07

1.14

1.31

1.39

1.53

1.47

D= lt/dt

 

 

D*1.1        

 

=E

1.44

1.08

0.58

0.49

0.59

0.86

1.18

1.25

1.44

1.53

1.68

1.62

E= lt/dt

 

 

Et4+P+W-RE4

 

=A=Ir

8.22

6.26

3.54

3.00

3.58

5.09

6.79

7.17

8.17

8.68

9.55

9.20

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A*0.116     

 

=B

0.95

0.73

0.41

0.35

0.42

0.59

0.79

0.83

0.95

1.01

1.11

1.07

B= lt/dt

2 Minggu Ke IV

B*1.25 

 

=C

1.19

0.91

0.51

0.43

0.52

0.74

0.98

1.04

1.19

1.26

1.38

1.33

C= lt/dt

w  = 1,667 mm/hari

C*1.15       

 

=D

1.37

1.04

0.59

0.50

0.60

0.85

1.13

1.20

1.36

1.45

1.59

1.53

D= lt/dt

 

 

D*1.1    

 

=E

1.51

1.15

0.65

0.55

0.66

0.93

1.25

1.32

1.50

1.59

1.75

1.69

E= lt/dt

 

 

Et5+P-RE5

 

=A=Ir

6.31

4.35

1.64

1.13

1.68

3.19

4.89

5.28

6.29

6.80

7.63

7.30

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A*0.116     

 

=B

0.73

0.50

0.19

0.13

0.19

0.37

0.57

0.61

0.73

0.79

0.89

0.85

B= lt/dt

2 Minggu Ke V

B*1.25    

 

=C

0.91

0.63

0.24

0.16

0.24

0.46

0.71

0.77

0.91

0.99

1.11

1.06

C= lt/dt

 

C*1.15

 

=D

1.05

0.73

0.27

0.19

0.28

0.53

0.82

0.88

1.05

1.13

1.27

1.22

D= lt/dt

 

 

D*1.1   

 

=E

1.16

0.80

0.30

0.21

0.31

0.58

0.90

0.97

1.15

1.25

1.40

1.34

E= lt/dt

 

 

Et6+P-RE6   

 

=A=Ir

6.45

5.41

3.98

3.37

4.02

4.74

5.56

5.66

6.08

6.35

7.09

6.86

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A*0.116  

 

=B

0.75

0.63

0.46

0.39

0.47

0.55

0.65

0.66

0.70

0.74

0.82

0.80

B= lt/dt

2 Minggu Ke VI

B*1.25    

 

=C

0.93

0.78

0.58

0.49

0.58

0.69

0.81

0.82

0.88

0.92

1.03

0.99

C= lt/dt

 

C*1.15        

 

=D

1.07

0.90

0.66

0.56

0.67

0.79

0.93

0.94

1.01

1.06

1.18

1.14

D= lt/dt

 

 

D*1.1       

 

=E

1.18

0.99

0.73

0.62

0.74

0.87

1.02

1.04

1.11

1.16

1.30

1.26

E= lt/dt

 

 

Tabel 4.32 Perhitungan Kebutuhan Air Tanaman Palawija.

TANAMAN JAGUNG (90 HARI)

OKT

NOV

DES

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AUG

SEPT

KETERANGAN

Evapotranspirasi (Eto)

4.94

4.84

4.71

4.08

4.74

4.68

4.63

4.45

4.30

4.34

4.91

4.79

Hasil Perhitungan (mm/hari)

Perkolasi (P)  

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

2.00

Eto+P

6.94

6.84

6.71

6.08

6.74

6.68

6.63

6.45

6.30

6.34

6.91

6.79

R80

3.42

7.95

14.30

13.45

14.30

10.31

5.91

4.31

1.29

0.17

0.00

0.44

Faktor Hujan

dengan 2 gol (FH)

tiap 2 mingguan

1

0.18

 

0.62

1.43

2.57

2.42

2.57

1.86

1.06

0.78

0.23

0.03

0.00

0.08

Effective Rainfall Factors Tabel 1.b. (mm/hari)

2

0.53

 

1.81

4.21

7.58

7.13

7.58

5.46

3.13

2.28

0.68

0.09

0.00

0.23

3

0.55

 

1.88

4.37

7.87

7.40

7.87

5.67

3.25

2.37

0.71

0.09

0.00

0.24

4

0.4

Hujan Efektif

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

5

0.4

Re = R80 x FH

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

6

0.4

 

1.37

3.18

5.72

5.38

5.72

4.12

2.36

1.72

0.51

0.07

0.00

0.18

7

0.2

 

0.68

1.59

2.86

2.69

2.86

2.06

1.18

0.86

0.26

0.03

0.00

0.09

Koefesien

Tanaman

(KT)

1

0.5

 

2.47

2.42

2.36

2.04

2.37

2.34

2.32

2.23

2.15

2.17

2.46

2.40

Effective Rainfall Factors Tabel 1.c. (mm/hari)

2

0.59

 

2.92

2.85

2.78

2.41

2.80

2.76

2.73

2.63

2.54

2.56

2.90

2.83

3

0.96

Evapotranspirasi

4.75

4.64

4.52

3.92

4.55

4.49

4.45

4.27

4.13

4.17

4.72

4.60

4

1.05

E = Eto x KT

5.19

5.08

4.95

4.28

4.98

4.91

4.86

4.67

4.52

4.56

5.16

5.03

5

1.02

 

5.04

4.93

4.81

4.16

4.83

4.77

4.72

4.54

4.39

4.43

5.01

4.89

6

0.95

 

4.70

4.59

4.48

3.88

4.50

4.44

4.40

4.23

4.09

4.13

4.67

4.55

Pengolahan Tanah

 

Kebutuhan Air

LP1 ( tabel 7)

10.40

10.20

10.10

9.60

9.90

9.80

9.80

9.70

9.70

9.70

10.00

10.10

Tabel Zylstra Berdasarkan Eo+P (mm/hari)

LP1 - Re1                  = A = Ir

9.78

8.77

7.53

7.18

7.33

7.94

8.74

8.92

9.47

9.67

10.00

10.02

A x 0,117                   = B

1.14

1.02

0.87

0.83

0.85

0.92

1.01

1.04

1.10

1.12

1.16

1.16

2 Minggu ke I

B x 1,25                     = C

1.42

1.27

1.09

1.04

1.06

1.15

1.27

1.29

1.37

1.40

1.45

1.45

C x 1,15                     = D

1.63

1.46

1.25

1.20

1.22

1.32

1.46

1.49

1.58

1.61

1.67

1.67

D x 1,10                     = E

1.79

1.61

1.38

1.32

1.34

1.46

1.60

1.64

1.74

1.77

1.83

1.84

Pertumbuhan Tanaman Jagung

 

 

 

Et1 + P - Re2     = A = Ir

2.59

0.05

-3.51

-3.36

-3.50

-1.33

1.07

1.85

3.44

4.08

4.46

4.16

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A x 0,117                   = B

0.30

0.01

-0.41

-0.39

-0.41

-0.15

0.12

0.22

0.40

0.47

0.52

0.48

B= lt/dt

2 Minggu Ke I

B x 1,25                     = C

0.38

0.01

-0.51

-0.49

-0.51

-0.19

0.15

0.27

0.50

0.59

0.65

0.60

C= lt/dt

 

C x 1,15                     = D

0.43

0.01

-0.59

-0.56

-0.58

-0.22

0.18

0.31

0.57

0.68

0.74

0.69

D= lt/dt

 

 

D x 1,10                     = E

0.48

0.01

-0.64

-0.62

-0.64

-0.24

0.20

0.34

0.63

0.75

0.82

0.76

E= lt/dt

 

 

Et2 + P - Re3     = A = Ir

3.55

1.67

-0.94

-0.97

-0.92

0.63

2.37

2.90

4.02

4.50

4.90

4.65

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A x 0,117                   = B

0.41

0.19

-0.11

-0.11

-0.11

0.07

0.27

0.34

0.47

0.52

0.57

0.54

B= lt/dt

2 Minggu Ke II

B x 1,25                     = C

0.51

0.24

-0.14

-0.14

-0.13

0.09

0.34

0.42

0.58

0.65

0.71

0.67

C= lt/dt

 

C x 1,15                     = D

0.59

0.28

-0.16

-0.16

-0.15

0.11

0.40

0.48

0.67

0.75

0.82

0.78

D= lt/dt

 

 

D x 1,10                     = E

0.65

0.31

-0.17

-0.18

-0.17

0.12

0.43

0.53

0.74

0.82

0.90

0.85

E= lt/dt

 

 

Et3 + P - Re4     = A = Ir

5.38

3.46

0.80

0.54

0.83

2.36

4.08

4.55

5.62

6.10

6.72

6.43

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A x 0,117                   = B

0.62

0.40

0.09

0.06

0.10

0.27

0.47

0.53

0.65

0.71

0.78

0.75

B= lt/dt

2 Minggu Ke III

B x 1,25                     = C

0.78

0.50

0.12

0.08

0.12

0.34

0.59

0.66

0.81

0.88

0.97

0.93

C= lt/dt

 

C x 1,15                     = D

0.90

0.58

0.13

0.09

0.14

0.39

0.68

0.76

0.94

1.02

1.12

1.07

D= lt/dt

 

 

D x 1,10                     = E

0.99

0.64

0.15

0.10

0.15

0.43

0.75

0.83

1.03

1.12

1.23

1.18

E= lt/dt

 

 

Et4 + P - Re5    = A = Ir

5.82

3.90

1.23

0.90

1.26

2.79

4.50

4.95

6.00

6.49

7.16

6.86

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A x 0,117                   = B

0.68

0.45

0.14

0.10

0.15

0.32

0.52

0.57

0.70

0.75

0.83

0.80

B= lt/dt

2 Minggu Ke IV

B x 1,25                     = C

0.84

0.57

0.18

0.13

0.18

0.40

0.65

0.72

0.87

0.94

1.04

0.99

C= lt/dt

 

C x 1,15                     = D

0.97

0.65

0.20

0.15

0.21

0.46

0.75

0.83

1.00

1.08

1.19

1.14

D= lt/dt

 

 

D x 1,10                     = E

1.07

0.72

0.22

0.17

0.23

0.51

0.83

0.91

1.10

1.19

1.31

1.26

E= lt/dt

 

 

Et5 + P - Re6     = A = Ir

6.36

5.34

3.95

3.47

3.97

4.71

5.54

5.68

6.13

6.40

7.01

6.71

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A x 0,117                   = B

0.74

0.62

0.46

0.40

0.46

0.55

0.64

0.66

0.71

0.74

0.81

0.78

B= lt/dt

2 Minggu Ke V

B x 1,25                     = C

0.92

0.77

0.57

0.50

0.58

0.68

0.80

0.82

0.89

0.93

1.02

0.97

C= lt/dt

 

C x 1,15                     = D

1.06

0.89

0.66

0.58

0.66

0.78

0.92

0.95

1.02

1.07

1.17

1.12

D= lt/dt

 

 

D x 1,10                     = E

1.17

0.98

0.72

0.64

0.73

0.86

1.02

1.04

1.12

1.17

1.29

1.23

E= lt/dt

 

 

Et6 + P - Re7     = A = Ir

6.01

5.01

3.62

3.19

3.64

4.38

5.22

5.37

5.83

6.09

6.67

6.47

A= mm/hari

Kebutuhan Air

A x 0,117                   = B

0.70

0.58

0.42

0.37

0.42

0.51

0.61

0.62

0.68

0.71

0.77

0.75

B= lt/dt

2 Minggu Ke VI

B x 1,25                     = C

0.87

0.73

0.52

0.46

0.53

0.64

0.76

0.78

0.85

0.88

0.97

0.94

C= lt/dt

 

C x 1,15                     = D

1.00

0.83

0.60

0.53

0.61

0.73

0.87

0.89

0.97

1.02

1.11

1.08

D= lt/dt

 

 

D x 1,10                     = E

1.10

0.92

0.66

0.58

0.67

0.80

0.96

0.98

1.07

1.12

1.22

1.19

E= lt/dt

 

Tabel 4.33 Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi.

ANGKA KEBUTUHAN

OKT

NOV

DES

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AUG

SEPT

Ket

 

Golongan I Awal oktober, Luas sawah = 155 Ha

 

 

LP

Padi

LP

Palawija

LP

Palawija

 

 

1

2

1

2

3

4

5

6

7

8

1

2

3

4

5

6

1

2

3

4

5

6

SAL TERSIER

1.42

1.25

0.74

0.77

0.46

0.51

0.16

0.49

0.00

0.00

1.15

0.00

0.34

0.59

0.72

0.82

0.85

1.37

0.59

0.65

0.97

1.04

0.97

0.94

SAL SEKUNDER

1.63

1.43

0.85

0.88

0.53

0.59

0.19

0.56

0.00

0.00

1.32

0.00

0.40

0.68

0.83

0.95

0.97

1.58

0.68

0.75

1.12

1.19

1.12

1.08

SAL PRIMER

1.79

1.58

0.94

0.97

0.58

0.65

0.21

0.62

0.00

0.00

1.46

0.00

0.43

0.75

0.91

1.04

1.07

1.74

0.75

0.82

1.23

1.31

1.23

1.19

 

Kebutuhan Air (L/det/ha), Luas sawah = 155 Ha

Maks

Kebutuhan air

1.79

1.58

0.94

0.97

0.58

0.65

0.21

0.62

0.00

0.00

1.46

0.00

0.43

0.75

0.91

1.04

1.07

1.74

0.75

0.82

1.23

1.31

1.23

1.19

1.79

 

Qkebutuhan (m3/det), Luas sawah = 155 Ha

Maks

Qkebutuhan Gol I

0.28

0.24

0.15

0.15

0.09

0.10

0.03

0.10

0.00

0.00

0.23

0.00

0.07

0.12

0.14

0.16

0.17

0.27

0.12

0.13

0.19

0.20

0.19

0.18

0.28

 

Golongan II Akhir oktober, Luas sawah = 445 Ha

 

 

Bero

LP

Padi

LP

Palawija

LP

Palawija

 

1

2

1

2

3

4

5

6

7

8

1

2

3

4

5

6

1

2

3

4

5

SAL TERSIER

0.00

1.42

0.87

0.74

0.38

0.46

0.43

0.16

0.58

0.00

0.00

1.15

0.15

0.34

0.66

0.72

0.89

0.85

1.40

0.59

0.71

0.97

0.99

0.97

SAL SEKUNDER

0.00

1.63

1.00

0.85

0.43

0.53

0.50

0.19

0.67

0.00

0.00

1.32

0.18

0.40

0.76

0.83

1.02

0.97

1.61

0.68

0.82

1.12

1.14

1.12

SAL PRIMER

0.00

1.79

1.10

0.94

0.48

0.58

0.55

0.21

0.74

0.00

0.00

1.46

0.20

0.43

0.83

0.91

1.12

1.07

1.77

0.75

0.90

1.23

1.26

1.23

 

Kebutuhan Air (L/det/ha), Luas sawah = 445 Ha

Maks

Kebutuhan air

0.00

1.79

1.10

0.94

0.48

0.58

0.55

0.21

0.74

0.00

0.00

1.46

0.20

0.43

0.83

0.91

1.12

1.07

1.77

0.75

0.90

1.23

1.26

1.23

1.79

 

Qkebutuhan (m3/det), Luas sawah = 445 Ha

Maks

Qkebutuhan Gol II

0.00

0.80

0.49

0.42

0.21

0.26

0.24

0.09

0.33

0.00

0.00

0.65

0.09

0.19

0.37

0.40

0.50

0.48

0.79

0.33

0.40

0.55

0.56

0.55

0.80

Qkebutuhan (m3/det), Luas sawah = 600 Ha

Maks

Qkebutuhan Total

0.28

1.04

0.63

0.57

0.30

0.36

0.28

0.19

0.33

0.00

0.23

0.61

0.15

0.31

0.51

0.57

0.67

0.75

0.91

0.46

0.59

0.75

0.75

0.73

1.04

Contoh perhitungan 2 minggu pertama bulan Oktober Golongan I :

 Kebutuhan air untuk luas sawah 155 Ha = 1,79 l/det/Ha

Qkebutuhan = (1,79 x 155)/1000 = 0,28 m3/det


Contoh perhitungan 2 minggu pertama bulan Oktober Golongan II :

Kebutuhan air untuk luas sawah 445 Ha = 0,00 l/det/Ha

Qkebutuhan = (0,00 x 445)/1000 = 0,00 m3/det

Total Qkebutuhan di 2 minggu pertama bulan Oktober = 0,28 + 0,00 = 0,28 m3/det

4.6.3   Analisis Debit Andalan

Debit andalan (dependable flow) merupakan debit minimum sungai untuk kemungkinan terpenuhi yang sudah ditentukan yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Kemungkinan terpenuhi ditetapkan 80% (kemungkinan bahwa debit sungai lebih rendah dari debit andalan adalah 20%). Perhitungan ini menggunakan cara analisis water balance dari Dr. F.J Mock berdasarkan data curah hujan bulanan, jumlah hari hujan, evapotranspirasi dan karakteristik hidrologi daerah pengaliran

Perhitungan debit andalan  meliputi :

1.       Data Curah Hujan.

2.       Evapotranspirasi Terbatas.

3.       Kapasitas Kelembaban Tanah (Soil Moisture Capacity = SMC).

4.       Tampungan Air Tanah (Ground Water Storage).

5.       Base Flow dan Run Off.

6.       Analisis Debit Andalan.

Untuk perhitungan debit andalan digunakan curah hujan 80 % terpenuhi pada data ke-m seperti pada persamaan berikut :

di mana :

m = ranking.

n = jumlah data.

Tabel 4.34 Perhitungan Debit Aliran Tahun 1997.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

421

363

324

129

175

35

47

0

43

146

322

489

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

20

23

15

13

4

2

2

0

4

11

19

21

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.03

-0.075

0.06

0.1

0.28

0.32

0.32

0.36

0.21

0.105

-0.015

-0.045

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-4.17

-10.95

9.57

15.29

42.49

45.43

47.39

60.31

33.22

17.70

-2.39

-7.23

 

7

Et = Eto – dE

(3) - (6)

mm

143.30

156.93

149.88

137.58

109.26

96.53

100.69

107.22

124.98

150.88

162.00

167.92

 

Water Balance

 

8

S = Rs – Et

(1) - (7)

mm

277.70

206.07

174.12

-8.58

65.74

-61.53

-53.69

-107.22

-81.98

-4.88

160.00

321.08

886.82

9

Run off storm

5% x (1)

 

21.05

18.15

16.2

6.45

8.75

1.75

2.35

0

2.15

7.3

16.1

24.45

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

256.65

187.92

157.92

-15.03

56.99

-63.28

-56.04

-107.22

-84.13

-12.18

143.90

296.63

 

11

Kandungan air tanah

 

mm

0.00

0.00

0.00

-15.03

15.03

-63.28

-56.04

-107.22

-84.13

-12.18

143.90

178.95

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

184.97

200.00

136.72

80.68

-26.54

-110.67

-122.85

21.05

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

277.70

206.07

174.12

6.45

50.71

1.75

2.35

0.00

2.15

7.30

16.10

142.13

886.82

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

83.31

61.82

52.24

1.94

15.21

0.52

0.70

0.00

0.65

2.19

4.83

42.64

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

70.81

52.55

44.40

1.64

12.93

0.45

0.60

0.00

0.55

1.86

4.11

36.24

 

16

k x V(n-1)

 

 

32.80

72.53

87.55

92.37

65.81

55.12

38.89

27.64

19.35

13.93

11.05

10.61

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

104

125

132

94

79

56

39

28

20

16

15

47

 

18

DVn = Vn - V(n-1)

 

mm

57

21

7

-38

-15

-23

-16

-12

-8

-4

-1

32

 

19

Base Flow (BF)

(14) - (18)

mm

27

40

45

40

30

24

17

12

8

6

5

11

 

20

Direct Run off (DRo)

(13) - (14)

mm

194.39

144.25

121.88

4.52

35.50

1.22

1.64

0.00

1.51

5.11

11.27

99.49

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

220.94

184.61

167.24

44.39

65.98

24.92

18.42

11.85

9.90

11.41

16.73

110.43

886.82

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.900

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

2.30

2.13

1.74

0.48

0.69

0.27

0.19

0.12

0.11

0.12

0.18

1.15

 

 

Tabel 4.35 Perhitungan Debit Aliran Tahun 1998.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

459

521

389

211

134

65

24

0

87

125

279

375

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

20

23

15

13

4

1

1

0

4

5

15

16

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.03

-0.075

0.06

0.1

0.28

0.34

0.34

0.36

0.21

0.195

0.045

0.03

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-4.17

-10.95

9.57

15.29

42.49

48.27

50.35

60.31

33.22

32.87

7.18

4.82

 

7

Et = Eto – dE

(3) - (6)

mm

143.30

156.93

149.88

137.58

109.26

93.69

97.73

107.22

124.98

135.71

152.42

155.87

 

Water Balance

 

8

S = Rs – Et

(1) - (7)

mm

315.70

364.07

239.12

73.42

24.74

-28.69

-73.73

-107.22

-37.98

-10.71

126.58

219.13

1104.42

9

Run off storm

5% x (1)

 

22.95

26.05

19.45

10.55

6.7

3.25

1.2

0

4.35

6.25

13.95

18.75

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

292.75

338.02

219.67

62.87

18.04

-31.94

-74.93

-107.22

-42.33

-16.96

112.63

200.38

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-31.94

-74.93

-107.22

-42.33

-16.96

112.63

160.75

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

168.06

93.13

-14.09

-56.42

-73.38

39.25

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

315.70

364.07

239.12

73.42

24.74

3.25

1.20

0.00

4.35

6.25

13.95

58.38

1104.42

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

94.71

109.22

71.74

22.03

7.42

0.97

0.36

0.00

1.31

1.88

4.18

17.51

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

80.50

92.84

60.98

18.72

6.31

0.83

0.31

0.00

1.11

1.59

3.56

14.89

 

16

k x V(n-1)

 

 

19.14

69.75

113.81

122.35

98.75

73.54

52.06

36.65

25.66

18.74

14.23

12.45

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

100

163

175

141

105

74

52

37

27

20

18

27

 

18

DVn

 

mm

72

63

12

-34

-36

-31

-22

-16

-10

-6

-3

10

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

22

46

60

56

43

32

22

16

11

8

7

8

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

220.99

254.85

167.38

51.39

17.32

2.27

0.84

0.00

3.05

4.38

9.76

40.87

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

243.40

301.13

226.92

107.13

60.76

33.94

23.20

15.71

14.24

12.69

16.49

48.83

1104.42

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

2.54

3.47

2.36

1.15

0.63

0.37

0.24

0.16

0.15

0.13

0.18

0.51

 

.

Tabel 4.36 Perhitungan Debit Aliran Tahun 1999.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

491

368

236

343

19

41

24

34

22

263

477

615

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

25

20

16

15

3

6

3

5

2

14

25

28

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.105

-0.03

0.04

0.06

0.3

0.24

0.3

0.26

0.24

0.06

-0.105

-0.15

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-14.61

-4.38

6.38

9.17

45.52

34.07

44.42

43.56

37.97

10.11

-16.76

-24.10

 

7

Et = Eto – dE

(3) - (6)

mm

153.73

150.36

153.07

143.69

106.22

107.89

103.66

123.98

120.23

158.47

176.36

184.79

 

Water Balance

 

8

S = Rs – Et

(1) - (7)

mm

337.27

217.64

82.93

199.31

-87.22

-66.89

-79.66

-89.98

-98.23

104.53

300.64

430.21

1250.54

9

Run off storm

5% x (1)

 

24.55

18.4

11.8

17.15

0.95

2.05

1.2

1.7

1.1

13.15

23.85

30.75

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

312.72

199.24

71.13

182.16

-88.17

-68.94

-80.86

-91.68

-99.33

91.38

276.79

399.46

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

-88.17

-68.94

-80.86

-91.68

-99.33

91.38

276.79

60.81

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

111.83

42.89

-37.97

-129.65

-228.98

-137.60

139.19

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

337.27

217.64

82.93

199.31

0.95

2.05

1.20

1.70

1.10

13.15

23.85

369.40

1250.54

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

101.18

65.29

24.88

59.79

0.28

0.61

0.36

0.51

0.33

3.95

7.15

110.82

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

86.00

55.50

21.15

50.82

0.24

0.52

0.31

0.43

0.28

3.35

6.08

94.20

 

16

k x V(n-1)

 

 

76.29

113.61

118.37

97.66

103.94

72.93

51.42

36.21

25.65

18.15

15.05

14.79

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

162

169

140

148

104

73

52

37

26

22

21

109

 

18

DVn

 

mm

53

7

-30

9

-44

-31

-22

-15

-11

-4

0

88

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

48

58

54

51

45

31

22

16

11

8

8

23

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

236.09

152.35

58.05

139.51

0.66

1.43

0.84

1.19

0.77

9.21

16.69

258.58

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

283.96

210.83

112.52

190.34

45.25

32.78

22.93

16.79

11.81

17.58

24.22

281.54

1250.54

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

2.96

2.43

1.17

2.05

0.47

0.35

0.24

0.17

0.13

0.18

0.26

2.93

 

 

Tabel 4.37 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2000.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

650

230

348

0

170

0

6

0

86

296

589

171

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

22

14

14

0

11

0

6

0

4

14

25

13

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.06

0.06

0.08

0.36

0.14

0.36

0.24

0.36

0.21

0.06

-0.105

0.075

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-8.35

8.76

12.76

55.03

21.24

51.11

35.54

60.31

33.22

10.11

-16.76

12.05

 

7

Et = Eto – dE

(3) - (6)

mm

147.47

137.22

146.69

97.83

130.50

90.86

112.54

107.22

124.98

158.47

176.36

148.64

 

Water Balance

 

8

S = Rs – Et

(1) - (7)

mm

502.53

92.78

201.31

-97.83

39.50

-90.86

-106.54

-107.22

-38.98

137.53

412.64

22.36

967.21

9

Run off storm

5% x (1)

 

32.5

11.5

17.4

0

8.5

0

0.3

0

4.3

14.8

29.45

8.55

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

470.03

81.28

183.91

-97.83

31.00

-90.86

-106.84

-107.22

-43.28

122.73

383.19

13.81

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

-97.83

31.00

-90.86

-106.84

-107.22

-43.28

122.73

292.30

0.00

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

102.17

133.17

42.31

-64.53

-171.75

-215.03

-92.30

200.00

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

502.53

92.78

201.31

0.00

8.50

0.00

0.30

0.00

4.30

14.80

120.34

22.36

967.21

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

150.76

27.83

60.39

0.00

2.55

0.00

0.09

0.00

1.29

4.44

36.10

6.71

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

128.14

23.66

51.33

0.00

2.17

0.00

0.08

0.00

1.10

3.78

30.69

5.70

 

16

k x V(n-1)

 

 

24.75

107.03

91.48

99.97

69.98

50.50

35.35

24.80

17.36

12.92

11.69

29.66

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

153

131

143

100

72

51

35

25

18

17

42

35

 

18

DVn

 

mm

118

-22

12

-43

-28

-22

-15

-11

-6

-2

26

-7

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

33

50

48

43

30

22

15

11

8

6

10

14

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

351.77

64.94

140.92

0.00

5.95

0.00

0.21

0.00

3.01

10.36

84.24

15.65

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

384.99

114.99

189.18

42.84

36.32

21.65

15.37

10.63

10.64

16.57

94.66

29.37

967.21

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

4.01

1.33

1.97

0.46

0.38

0.23

0.16

0.11

0.11

0.17

1.02

0.31

 

 

Tabel 4.38 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2001.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

421

363

324

129

175

35

47

0

43

146

322

489

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

19

24

26

17

5

10

5

0

9

16

19

21

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.015

-0.09

-0.16

0.02

0.26

0.16

0.26

0.36

0.135

0.03

-0.015

-0.045

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-2.09

-13.14

-25.51

3.06

39.45

22.71

38.50

60.31

21.36

5.06

-2.39

-7.23

 

7

Et = Eto – dE

(3) - (6)

mm

141.21

159.12

184.96

149.81

112.29

119.25

109.58

107.22

136.84

163.52

162.00

167.92

 

Water Balance

 

8

S = Rs – Et

(1) - (7)

mm

279.79

203.88

139.04

-20.81

62.71

-84.25

-62.58

-107.22

-93.84

-17.52

160.00

321.08

780.27

9

Run off storm

5% x (1)

 

21.05

18.15

16.2

6.45

8.75

1.75

2.35

0

2.15

7.3

16.1

24.45

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

258.74

185.73

122.84

-27.26

53.96

-86.00

-64.93

-107.22

-95.99

-24.82

143.90

296.63

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

-27.26

27.26

-86.00

-64.93

-107.22

-95.99

-24.82

143.90

235.06

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

172.74

200.00

114.00

49.07

-58.15

-154.14

-178.96

-35.06

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

279.79

203.88

139.04

6.45

35.45

1.75

2.35

0.00

2.15

7.30

16.10

86.02

780.27

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

83.94

61.16

41.71

1.94

10.63

0.53

0.71

0.00

0.64

2.19

4.83

25.81

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

71.35

51.99

35.46

1.64

9.04

0.45

0.60

0.00

0.55

1.86

4.11

21.93

 

16

k x V(n-1)

 

 

22.16

65.45

82.21

82.36

58.81

47.49

33.56

23.91

16.74

12.10

9.77

9.71

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

94

117

118

84

68

48

34

24

17

14

14

32

 

18

DVn

 

mm

62

24

0

-34

-16

-20

-14

-10

-7

-3

0

18

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

22

37

41

36

27

20

14

10

7

6

5

8

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

195.85

142.72

97.33

4.52

24.81

1.23

1.65

0.00

1.50

5.11

11.27

60.21

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

217.94

179.94

138.82

40.10

51.61

21.66

16.13

10.24

8.77

10.62

16.18

68.25

780.27

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

2.27

2.08

1.45

0.43

0.54

0.23

0.17

0.11

0.09

0.11

0.17

0.71

 

 

Tabel 4.39 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2002.

No.

Uraian

Hitungan

Satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

654

697

299

414

133

54

0

0

0

5

355

685

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

22

12

6

7

7

3

0

0

0

1

17

18

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.06

0.09

0.24

0.22

0.22

0.3

0.36

0.36

0.27

0.255

0.015

0

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-8.35

13.14

38.27

33.63

33.38

42.59

53.31

60.31

42.71

42.99

2.39

0.00

 

7

Et = Eto – dE

(3) - (6)

mm

147.47

132.84

121.18

119.24

118.36

99.37

94.77

107.22

115.49

125.59

157.21

160.69

 

Water Balance

 

8

S = Rs – Et

(1) - (7)

mm

506.53

564.16

177.82

294.76

14.64

-45.37

-94.77

-107.22

-115.49

-120.59

197.79

524.31

1796.56

9

Run off storm

5% x (1)

 

32.7

34.85

14.95

20.7

6.65

2.7

0

0

0

0.25

17.75

34.25

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

473.83

529.31

162.87

274.06

7.99

-48.07

-94.77

-107.22

-115.49

-120.84

180.04

490.06

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-48.07

-94.77

-107.22

-115.49

-120.84

180.04

306.35

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

151.93

57.16

-50.06

-165.55

-286.39

-106.35

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

506.53

564.16

177.82

294.76

14.64

2.70

0.00

0.00

0.00

0.25

17.75

217.96

1796.56

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

151.96

169.25

53.35

88.43

4.39

0.81

0.00

0.00

0.00

0.07

5.32

65.39

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

129.16

143.86

45.34

75.16

3.73

0.69

0.00

0.00

0.00

0.06

4.53

55.58

 

16

k x V(n-1)

 

 

51.07

126.17

189.02

164.05

167.45

119.83

84.36

59.05

41.34

28.94

20.30

17.38

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

180

270

234

239

171

121

84

59

41

29

25

73

 

18

DVn

 

mm

107

90

-36

5

-68

-51

-36

-25

-18

-12

-4

48

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

45

79

89

84

72

51

36

25

18

12

9

17

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

354.57

394.91

124.47

206.34

10.25

1.89

0.00

0.00

0.00

0.17

12.42

152.57

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

399.25

474.37

213.48

289.91

82.67

53.36

36.15

25.31

17.72

12.59

21.92

169.83

1796.56

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

4.16

5.47

2.22

3.12

0.86

0.57

0.38

0.26

0.19

0.13

0.24

1.77

 

 

Tabel 4.40 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2003.

No.

Uraian

Hitungan

Satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

353

363

324

129

175

35

47

0

43

146

322

489

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

16

23

18

6

3

5

1

5

6

9

15

25

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

0.03

-0.075

0

0.24

0.3

0.26

0.34

0.26

0.18

0.135

0.045

-0.105

 

6

dE

(5) x (3)

mm

4.17

-10.95

0.00

36.69

45.52

36.91

50.35

43.56

28.48

22.76

7.18

-16.87

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

134.95

156.93

159.45

116.18

106.22

105.05

97.73

123.98

129.73

145.82

152.42

177.56

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

218.05

206.07

164.55

12.82

68.78

-70.05

-50.73

-123.98

-86.73

0.18

169.58

311.44

819.98

9

Run off storm

5% x (1)

 

17.65

18.15

16.2

6.45

8.75

1.75

2.35

0

2.15

7.3

16.1

24.45

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

200.40

187.92

148.35

6.37

60.03

-71.80

-53.08

-123.98

-88.88

-7.12

153.48

286.99

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-71.80

-53.08

-123.98

-88.88

-7.12

153.48

191.38

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

128.20

75.12

-48.86

-137.74

-144.86

8.62

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

218.05

206.07

164.55

12.82

68.78

1.75

2.35

0.00

2.15

7.30

16.10

120.06

819.98

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

65.41

61.82

49.37

3.85

20.63

0.52

0.70

0.00

0.65

2.19

4.83

36.02

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

55.60

52.55

41.96

3.27

17.54

0.45

0.60

0.00

0.55

1.86

4.10

30.61

 

16

k x V(n-1)

 

 

28.86

59.12

78.17

84.09

61.15

55.08

38.87

27.63

19.34

13.92

11.05

10.61

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

84

112

120

87

79

56

39

28

20

16

15

41

 

18

DVn

 

mm

43

27

8

-33

-9

-23

-16

-12

-8

-4

-1

26

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

22

35

41

37

29

24

17

12

8

6

5

10

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

152.63

144.25

115.19

8.98

48.14

1.22

1.64

0.00

1.51

5.11

11.27

84.04

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

174.81

178.86

156.09

45.59

77.45

24.91

18.41

11.84

9.89

11.40

16.73

93.99

819.98

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

1.82

2.06

1.63

0.49

0.81

0.27

0.19

0.12

0.11

0.12

0.18

0.98

 

 

Tabel 4.41 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2004.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

431

597

466

427

393

30

97

0

92

82

175

532

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

16

19

24

17

18

2

9

0

8

7

15

22

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

0.03

-0.015

-0.12

0.02

0

0.32

0.18

0.36

0.15

0.165

0.045

-0.06

 

6

dE

(5) x (3)

mm

4.17

-2.19

-19.13

3.06

0.00

45.43

26.65

60.31

23.73

27.82

7.18

-9.64

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

134.95

148.17

178.58

149.81

151.75

96.53

121.43

107.22

134.47

140.76

152.42

170.33

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

296.05

448.83

287.42

277.19

241.25

-66.53

-24.43

-107.22

-42.47

-58.76

22.58

361.67

1635.57

9

Run off storm

5% x (1)

 

21.55

29.85

23.3

21.35

19.65

1.5

4.85

0

4.6

4.1

8.75

26.6

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

274.50

418.98

264.12

255.84

221.60

-68.03

-29.28

-107.22

-47.07

-62.86

13.83

335.07

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-68.03

-29.28

-107.22

-47.07

-62.86

13.83

300.63

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

131.97

102.69

-4.53

-51.60

-114.46

-100.63

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

296.05

448.83

287.42

277.19

241.25

1.50

4.85

0.00

4.60

4.10

8.75

61.04

1635.57

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

88.81

134.65

86.23

83.16

72.38

0.45

1.46

0.00

1.38

1.23

2.62

18.31

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

75.49

114.45

73.29

70.68

61.52

0.38

1.24

0.00

1.17

1.04

2.23

15.56

 

16

k x V(n-1)

 

 

24.93

70.29

129.32

141.83

148.76

147.20

103.30

73.18

51.22

36.68

26.41

20.05

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

100

185

203

213

210

148

105

73

52

38

29

36

 

18

DVn

 

mm

65

84

18

10

-2

-63

-43

-31

-21

-15

-9

7

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

24

50

68

73

75

63

44

31

22

16

12

11

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

207.23

314.18

201.19

194.03

168.88

1.05

3.40

0.00

3.22

2.87

6.12

42.73

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

231.24

364.50

269.55

267.29

243.49

64.20

47.89

31.36

25.38

18.77

17.83

54.06

1635.57

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

2.41

4.20

2.81

2.88

2.54

0.69

0.50

0.33

0.27

0.20

0.19

0.56

 

 

Tabel 4.42 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2005.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

349

422

581

442

142

135

249

14

129

392

215

503

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

12

15

19

16

4

6

8

3

6

13

14

18

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

0.09

0.045

-0.02

0.04

0.28

0.24

0.2

0.3

0.18

0.075

0.06

0

 

6

dE

(5) x (3)

mm

12.52

6.57

-3.19

6.11

42.49

34.07

29.62

50.26

28.48

12.64

9.58

0.00

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

126.60

139.41

162.64

146.75

109.26

107.89

118.46

117.28

129.73

155.94

150.03

160.69

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

222.40

282.59

418.36

295.25

32.74

27.11

130.54

-103.28

-0.73

236.06

64.97

342.31

1948.33

9

Run off storm

5% x (1)

 

17.45

21.1

29.05

22.1

7.1

6.75

12.45

0.7

6.45

19.6

10.75

25.15

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

204.95

261.49

389.31

273.15

25.64

20.36

118.09

-103.98

-7.18

216.46

54.22

317.16

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-103.98

-7.18

111.16

0.00

0.00

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

96.02

88.84

200.00

200.00

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

222.40

282.59

418.36

295.25

32.74

27.11

130.54

0.70

6.45

124.90

64.97

342.31

1948.33

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

66.72

84.78

125.51

88.57

9.82

8.13

39.16

0.21

1.94

37.47

19.49

102.69

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

56.71

72.06

106.68

75.29

8.35

6.91

33.29

0.18

1.65

31.85

16.57

87.29

 

16

k x V(n-1)

 

 

95.12

106.28

124.84

162.06

166.15

122.15

90.34

86.54

60.70

43.64

52.85

48.59

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

152

178

232

237

174

129

124

87

62

75

69

136

 

18

DVn

 

mm

16

27

53

6

-63

-45

-5

-37

-24

13

-6

66

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

51

58

72

83

73

54

45

37

26

24

26

36

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

155.68

197.81

292.85

206.67

22.92

18.98

91.37

0.49

4.52

87.43

45.48

239.62

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

206.45

256.08

365.18

289.42

95.60

72.55

135.97

37.61

30.82

111.76

71.05

275.85

1948.33

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

2.15

2.95

3.80

3.12

1.00

0.78

1.42

0.39

0.33

1.16

0.76

2.87

 

 

Tabel 4.43 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2006.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

1020

600

313

530

322

52

0

0

80

140

254

417

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

23

19

16

19

15

4

0

0

5

10

10

19

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.075

-0.015

0.04

-0.02

0.06

0.28

0.36

0.36

0.195

0.12

0.12

-0.015

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-10.43

-2.19

6.38

-3.06

9.10

39.75

53.31

60.31

30.85

20.23

19.15

-2.41

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

149.56

148.17

153.07

155.92

142.64

102.21

94.77

107.22

127.35

148.35

140.45

163.10

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

870.44

451.83

159.93

374.08

179.36

-50.21

-94.77

-107.22

-47.35

-8.35

113.55

253.90

2095.17

9

Run off storm

5% x (1)

 

51

30

15.65

26.5

16.1

2.6

0

0

4

7

12.7

20.85

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

819.44

421.83

144.28

347.58

163.26

-52.81

-94.77

-107.22

-51.35

-15.35

100.85

233.05

 

11

Kandungan air tanah

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-52.81

-94.77

-107.22

-51.35

-15.35

100.85

220.65

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

147.19

52.42

-54.80

-106.15

-121.50

-20.65

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

870.44

451.83

159.93

374.08

179.36

2.60

0.00

0.00

4.00

7.00

12.70

33.25

2095.17

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

261.13

135.55

47.98

112.22

53.81

0.78

0.00

0.00

1.20

2.10

3.81

9.97

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

221.96

115.22

40.78

95.39

45.74

0.66

0.00

0.00

1.02

1.78

3.24

8.48

 

16

k x V(n-1)

 

 

21.72

170.58

200.06

168.59

184.78

161.36

113.42

79.39

55.57

39.62

28.98

22.55

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

244

286

241

264

231

162

113

79

57

41

32

31

 

18

DVn = Vn - V(n-1)

 

mm

213

42

-45

23

-33

-68

-49

-34

-23

-15

-9

-1

 

19

Base Flow (BF)

(14) - (18)

mm

48

93

93

89

87

69

49

34

24

17

13

11

 

20

Direct Run off (DRo)

(13) - (14)

mm

609.31

316.28

111.95

261.85

125.55

1.82

0.00

0.00

2.80

4.90

8.89

23.27

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

657.79

409.72

204.89

350.94

212.82

71.09

48.61

34.02

26.80

22.19

21.88

34.44

2095.17

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

6.85

4.73

2.13

3.78

2.22

0.77

0.51

0.35

0.29

0.23

0.24

0.36

 

 

Tabel 4.44 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2007.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

476

593

905

391

301

204

26

95

50

12

521

560

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

16

16

20

17

8

11

2

1

0

3

12

18

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

0.03

0.03

-0.04

0.02

0.2

0.14

0.32

0.34

0.27

0.225

0.09

0

 

6

dE

(5) x (3)

mm

4.17

4.38

-6.38

3.06

30.35

19.87

47.39

56.96

42.71

37.93

14.36

0.00

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

134.95

141.60

165.83

149.81

121.40

122.09

100.69

110.57

115.49

130.65

145.24

160.69

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

341.05

451.40

739.17

241.19

179.60

81.91

-74.69

-15.57

-65.49

-118.65

375.76

399.31

2534.99

9

Run off storm

5% x (1)

 

23.8

29.65

45.25

19.55

15.05

10.2

1.3

4.75

2.5

0.6

26.05

28

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

317.25

421.75

693.92

221.64

164.55

71.71

-75.99

-20.32

-67.99

-119.25

349.71

371.31

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-75.99

-106.77

-115.49

-119.25

349.71

67.79

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

124.01

17.24

-98.25

-217.50

132.21

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

341.05

451.40

739.17

241.19

179.60

81.91

1.30

91.20

50.00

0.60

26.05

331.52

2534.99

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

102.31

135.42

221.75

72.36

53.88

24.57

0.39

27.36

15.00

0.18

7.81

99.46

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

86.97

115.11

188.49

61.50

45.80

20.89

0.33

23.25

12.75

0.15

6.64

84.54

 

16

k x V(n-1)

 

 

86.33

121.31

165.49

247.79

216.50

183.61

143.15

100.44

86.58

69.53

48.78

38.80

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

173

236

354

309

262

204

143

124

99

70

55

123

 

18

DVn

 

mm

50

63

118

-45

-47

-58

-61

-20

-24

-30

-14

68

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

52

72

104

117

101

82

61

47

39

30

22

32

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

238.73

315.98

517.42

168.83

125.72

57.34

0.91

63.84

35.00

0.42

18.23

232.06

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

291.08

388.28

621.61

285.88

226.59

139.72

62.31

110.98

74.36

30.25

40.31

263.61

2534.99

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

3.03

4.48

6.48

3.08

2.36

1.50

0.65

1.16

0.80

0.32

0.43

2.75

 

 

Tabel 4.45 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2008.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

1112

1511

580

672

339

339

18

150

50

400

821

857

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

20

24

19

16

14

14

1

9

0

15

23

19

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.03

-0.09

-0.02

0.04

0.08

0.08

0.34

0.18

0.27

0.045

-0.075

-0.015

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-4.17

-13.14

-3.19

6.11

12.14

11.36

50.35

30.16

42.71

7.59

-11.97

-2.41

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

143.30

159.12

162.64

146.75

139.61

130.60

97.73

137.38

115.49

160.99

171.58

163.10

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

968.70

1351.88

417.36

525.25

199.39

208.40

-79.73

12.62

-65.49

239.01

649.42

693.90

5120.71

9

Run off storm

5% x (1)

 

55.6

75.55

29

33.6

16.95

16.95

0.9

7.5

2.5

20

41.05

42.85

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

913.10

1276.33

388.36

491.65

182.44

191.45

-80.63

5.12

-67.99

219.01

608.37

651.05

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-80.63

-49.03

-115.49

169.61

75.54

0.00

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

119.37

70.34

-45.15

124.46

200.00

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

968.70

1351.88

417.36

525.25

199.39

208.40

0.90

61.65

50.00

69.40

573.88

693.90

5120.71

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

290.61

405.56

125.21

157.57

59.82

62.52

0.27

18.50

15.00

20.82

172.17

208.17

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

247.02

344.73

106.43

133.94

50.85

53.14

0.23

15.72

12.75

17.70

146.34

176.94

 

16

k x V(n-1)

 

 

236.59

338.53

478.28

409.30

380.26

301.78

248.44

174.07

132.85

101.92

83.73

161.05

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

484

683

585

543

431

355

249

190

146

120

230

338

 

18

DVn

 

mm

146

200

-99

-41

-112

-76

-106

-59

-44

-26

110

108

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

145

206

224

199

172

139

107

77

59

47

62

100

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

678.09

946.32

292.15

367.67

139.58

145.88

0.63

43.16

35.00

48.58

401.72

485.73

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

823.08

1152.23

515.91

566.72

311.52

284.59

107.14

120.53

94.19

95.38

463.43

585.98

5120.71

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

8.57

13.29

5.37

6.10

3.24

3.06

1.12

1.26

1.01

0.99

4.99

6.10

 

 

Tabel 4.46 Perhitungan Debit Aliran Tahun 2009.

No.

Uraian

Hitungan

satuan

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

1

Curah Hujan (Rs)

 

mm

1112

1511

580

188

159

253

50

90

150

250

277

738

 

2

Jumlah Hari Hujan (n)

 

hari

20

24

19

11

12

7

1

0

2

5

7

16

 

Limited Transpiration

 

3

Evapotranspirasi (Eto)

 

mm

139.13

145.98

159.45

152.87

151.75

141.96

148.08

167.54

158.20

168.58

159.61

160.69

 

4

Exposed Surface (m)

 

%

30

30

40

40

40

40

40

40

30

30

30

30

 

5

dE/Eto = (m/20) x ((18-n)/100)

 

%

-0.03

-0.09

-0.02

0.14

0.12

0.22

0.34

0.36

0.24

0.195

0.165

0.03

 

6

dE

(5) x (3)

mm

-4.17

-13.14

-3.19

21.40

18.21

31.23

50.35

60.31

37.97

32.87

26.33

4.82

 

7

Et = Eto - dE

(3) - (6)

mm

143.30

159.12

162.64

131.46

133.54

110.73

97.73

107.22

120.23

135.71

133.27

155.87

 

Water Balance

 

8

S = Rs - Et

(1) - (7)

mm

968.70

1351.88

417.36

56.54

25.46

142.27

-47.73

-17.22

29.77

114.29

143.73

582.13

3767.18

9

Run off storm

5% x (1)

 

55.6

75.55

29

9.4

7.95

12.65

2.5

4.5

7.5

12.5

13.85

36.9

 

10

Soil Storage

(8) - (9)

mm

913.10

1276.33

388.36

47.14

17.51

129.62

-50.23

-21.72

22.27

101.79

129.88

545.23

 

11

Water Storage

 

mm

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

-85.38

-107.22

-33.78

25.79

129.88

70.71

 

12

Soil Mosture Content

 

mm

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

200.00

114.62

7.40

-26.38

-0.59

129.29

200.00

 

13

Water Surplus

(8) - (11)

mm

968.70

1351.88

417.36

56.54

25.46

142.27

37.65

90.00

63.55

88.50

13.85

511.42

3767.18

Run off and Water Storage

 

14

Infiltrasi (I), I = 0.3

(I) x (13)

mm

290.61

405.56

125.21

16.96

7.64

42.68

11.29

27.00

19.06

26.55

4.15

153.43

 

15

0.5 x (k+1) x (14), k = 0.7

 

 

247.02

344.73

106.43

14.42

6.49

36.28

9.60

22.95

16.20

22.57

3.53

130.41

 

16

k x V(n-1)

 

 

128.60

262.94

425.37

372.26

270.67

194.01

161.21

119.56

99.76

81.17

72.62

53.31

 

17

Storage Volume (Vn)

(15) + (16)

mm

376

608

532

387

277

230

171

143

116

104

76

184

 

18

DVn

 

mm

192

232

-76

-145

-110

-47

-59

-28

-27

-12

-28

108

 

19

Base Flow

(14) - (18)

mm

99

174

201

162

117

90

71

55

46

39

32

46

 

20

Direct Run off

(13) - (14)

mm

678.09

946.32

292.15

39.57

17.82

99.59

26.35

63.00

44.48

61.95

9.69

357.99

 

21

Run off

(19) + (20)

mm

776.80

1119.84

493.24

201.66

134.97

189.14

97.13

118.29

90.10

100.72

41.44

403.85

3767.18

22

Luas Daerah Tangkapan

 

km2

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

27.90

 

23

Jumlah Hari

 

hari

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

31

 

24

Debit Andalan

(21)x0,001x(22)

24x3600x(23)

m3/det

8.09

12.91

5.14

2.17

1.41

2.04

1.01

1.23

0.97

1.05

0.45

4.21

 

 


Dengan menggunakan persamaan diatas maka ranking data yang akan digunakan dapat ditentukan.

Tabel 4.47 Perhitungan Debit Bulanan berdasarkan ranking.

No.

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

 

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

(m3/dt)

1

8.528

13.253

6.460

6.084

3.234

3.055

1.416

1.252

1.011

1.164

4.892

5.039

2

8.021

12.860

5.352

3.777

2.536

2.024

1.111

1.226

0.966

0.935

1.019

4.106

3

6.852

5.471

5.103

3.121

2.353

1.498

1.004

1.153

0.799

0.920

0.765

2.933

4

4.159

4.725

3.804

3.115

2.217

0.781

0.645

0.392

0.332

0.231

0.357

2.873

5

4.010

4.454

2.808

3.066

1.389

0.765

0.506

0.354

0.288

0.223

0.297

2.701

6

3.001

4.204

2.364

2.877

0.996

0.691

0.499

0.327

0.273

0.196

0.261

1.769

7

2.958

3.473

2.224

2.146

0.861

0.574

0.377

0.264

0.191

0.183

0.236

1.150

8

2.535

2.953

2.134

2.049

0.807

0.365

0.242

0.175

0.153

0.173

0.236

0.979

9

2.409

2.431

1.971

1.153

0.687

0.353

0.239

0.154

0.127

0.132

0.192

0.711

10

2.301

2.129

1.742

0.491

0.633

0.268

0.192

0.123

0.115

0.131

0.180

0.563

11

2.270

2.075

1.626

0.478

0.538

0.268

0.192

0.123

0.107

0.119

0.180

0.509

12

2.151

2.063

1.446

0.461

0.471

0.233

0.168

0.111

0.106

0.119

0.177

0.359

13

1.821

1.326

1.172

0.432

0.378

0.233

0.160

0.107

0.094

0.111

0.174

0.306

 

4.6.4    Analisis Neraca Air

Neraca air (water balance) adalah perbandingan kebutuhan pengambilan untuk pola tanam yang digunakan, dengan debit andalan dan luas daerah yang bisa dialiri. Jika debit terpenuhi, maka pola tanam yang telah di analisis sebelumnya dapat digunakan. Jika debit andalan kurang dari debit yang dibutuhkan, maka ada 3 hal yang dapat dilakukan, yaitu :

1.     Luas daerah irigasi dikurangi.

2.     Melakukan modifikasi pola tanam.

3.     Memberlakukan rotasi teknis/ golongan.

 

Tabel 4.48 Perhitungan Neraca Air. 

 

BULAN

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGS

SEP

OKT

NOV

DES

Qandalan (m3/det)

6.85

5.47

5.10

3.12

2.35

1.49

1.00

1.15

0.79

0.92

0.76

2.93

Qkebutuhan (m3/det)

0.28

0.33

0.61

0.31

0.31

0.57

0.91

0.75

0.75

1.04

0.63

0.36

Surplus/Defisit (+/-)

6.57

5.14

4.49

2.81

2.04

0.92

0.09

0.40

0.04

-0.12

0.13

2.57

 

Gambar 4.10 Grafik Neraca Air.

 

Debit Pengambilan = 1,2 x Qkebutuhan

     = 1,2 x 1,04 = 1,25 m3/det

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Teori Dasar Metode Pelaksanaan Peledakan